Tembakau Penggerak Ekonomi Petani Tapen

Petani tembakau tapen

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Tembakau sepertinya menjadi salah satu potensi pertanian yang handal di sekitar pengeboran sumur minyak Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Potensi ini sejak lama menjadi penggerak ekonomi petani setempat. Ketika panen tiba, beberapa rumah milik warga menjadi tempat pengumpulan bahan utama pembuat rokok ini.

“Pertengahan bulan Juni kami mulai tanam tembakau,” ujar petani sekitar Sumur Tapen 02, Wardiman (55), kepada suarabanyuurip.com, Senin (12/6/2017).

Sesuai penghitungannya sekarang sudah masuk musim kemarau. Tak salah bila semua petani Tapen berlomba menanam tembakau.

Selain memiliki ciri rasa yang khas, harga tembakau kalau bagus berkisar Rp 2.500-Rp 3.500/kiligram. Nilai ini sebanding dengan modal yang dikeluarkannya.

Dalam waktu 2,5 bulan, petani dapat memetik daun tembakau sampai tiga kali. Sedangkan dalam satu kali panen, total bisa menghasilkan 1,5 ton untuk lahan setengah hektar.

“Hasilnya lumayan kalau cuaca bersahabat,” imbuhnya.

Petani lain, Majiyar (55) juga bersemangat menanam tembakau. Dijelaskan biaya sekali tanam total Rp 1,7 juta. Untuk membeli bibit 7.000 batang Rp 350 ribu. Pengolahan lahan Rp 500 ribu, biaya tanam Rp 500 ribu, dan pupuk Rp 350 ribu.

Baca Juga :   Rumah Batik Ringintunggal di Ladang Migas Blok Cepu Terkendala Pemasaran

Dilain sisi, seorang pengepul asal Kecamatan Senori, Tahar juga berharap hasil panen petani tembakau Tapen tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Pada panen 2016 kemarin, dia mampu mengirim 720 ton sekali musim ke perajang Klaten, Jawa Tengah.

“Semoga tahun ini lebih banyak hasilnya,” jelasnya.

Sampai sekarang tembakau Tapen masih menjadi buruan perajang dari Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan beberapa daerah lain yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Kalau perajang sana menyebut tembakau Tuban, terkenal dengan warna hijau dan aroma yang khas,” tanbah Tahar.

Disana, tembakau yang berasal dari kawasan Tapen dan sekitarnya bersaing dengan beberapa tembakau daerah lain, seperti tembakau Bojonegoro, Jombang, dan Kediri. Meski beberapa kota tersebut lebih dulu berada di pasaran, tapi kualitas dan warna yang bagus menjadikan tembakau Tuban merupakan salah satu pilihan utama.

Hal ini dibenarkan Kepala Desa Sidoharjo, Suyanto. Dia mengatakan kalau saat ini banyak warganya yang menanam tembakau karena musim yang mendukung dan harga yang bagus.

Baca Juga :   Petani Milenial Bojonegoro Dilatih Bertani Produktif

“Warga lebih senang menanam tembakau, karena perawatan yang lebih mudah saat musim kering,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *