Cara Bojonegoro Berdayakan PKL

taman rajekwesi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –  Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, gencar melakukan promosi produk unggulan lokal. Salah satunya dengan membangun kios pusat kerajinan unggulan dan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pusat produksi unggulan itu dibangun di Taman Rajekwesi di Jalan Rajekwesi, Kelurahan Jetak. Lokasinya memiliki ruang yang sangat luas yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM di Bojonegoro.

 Salah satunya dengan menyediakan stand untuk mempromosikan aneka produk UMKM yang menjadi hasil karya pelaku industri kreatif. Mulai aneka handmade berbagai bahan, konveksi dan aneka produk yang menggunakan bahan hasil limbah binaan beberapa Organisasi Perangkat daerah (OPD) Bojonegoro.

Selain kerajinan, di tempat ini juga menyajikan konveksi dan aneka macam kuliner khas Bojonegoro. Rencananya, pusat produksi unggulan ini akan diresmikan Bupati Bojonegoro, Suyoto, yang dirangkai buka puasa bersama, Selasa (13/6/2017).  

“Bisa dikatakan bahwa yang kita lakukan ini adalah dalam rangka menaikkan level Pedagang Kaki Lima di Bojonegoro,”  kata Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Basuki kepada suarabanyuurip.com.

Baca Juga :   Inovasi Bisnis Media dan Keamanan Serangan Siber

Jika selama ini mereka berjualan di trotoar atau lapak, sekarang ini difasilitasi dengan stand-stand meski diterapkan sistem sewa.

Harga sewa yang ditawarkan Pemkab Bojonegoro sangat terjangkau yakni sewanya seharga Rp2.500 rupiah per meter per hari untuk setiap stand. Dari 30 stand yang tersedia ini 22 stand memiliki ukuran 3×3 meter persegi.

Jika dihitung stand ukuran 9 meter persegi harga sewanya hanya kisaran 22 ribu 500 rupiah perhari. Kemudian 8 stand memiliki ukuran 3×4 meter atau 12 meter persegi jika dihitung 12 meter x 2.500 maka harga sewanya tak lebih dari 30 ribu rupiah perharinya.

Menurut Basuki, tarif ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 15 Tahun 2011 tentang retribusi aset daerag. Dari 30 stand ini 26 stand diperuntukan sektor UMKM dan PKL sedangkan 4 stand adalah untuk menampung UMKM yang mendapatkan pendampingan dari pemerintah.

“Diantara stand stand tersebut,  7 stand adalah stand khusus yang menjajagakan aneka kuliner khas Bojonegoro,” tegasnya.

Untuk diketahui sektor UMKM ini mendapatkan perhatian serius oleh Pemerintah salah satunya adalah dengan memberikan ruang gerak untuk promosi. Selain galery Dekranasda yang berada di Jalan Gajah Mada Bojonegoro. Pemkab juga membuat Galery Dinas Koperasi dan UKM yang beralamat di Jalan Patimura. Digalery ini aneka produk unggulan disetiap kecamatan ditampilkan mulai dari aneka produk handmade sampai aneka produk makanan unggulan dari berbagai wilayah.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Ekonomi Syariah dari Bank Indonesia

Kemudian di Jalan Veteran juga di dibangun UPT Mamin dan Galery IKM yang kedepannya akan difokuskan untuk media promosi berbagai hasil olahan makanan dan minuman yang di produksi oleh Industri Kreatif di Bojonegoro. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *