SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Memasuki medio 2017 Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4-PT Tawun Gegunung Energy (TGE) belum mampu memenuhi target produksi sebesar 100 Barel Per Hari (Bph).
Bahkan pada bulan Mei kemarin, tak ada setetes minyak pun yang dikirim dari Lapangan Migas Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Produksi sumur tua Gegunung belum stabil,” ujar Field Manager PT TGE, Ervino, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantor Desa Ngrojo, Kecamatan Bangilan, Senin (12/6/2017) kemarin.
Menurunnya, pasokan minyak sumur tua inilah, yang menjadi penyebab TGE absen mengirim minyak ke Pertamina EP bulan lalu. Langkah ini sangat berat dilakukan, tapi kondisinya target produksi belum tercapai.
Saat ini Vino terus berusaha untuk menambah hasil minyak agar mampu penuhi target 100 Bph. Pihak enjineering perusahaan terus melakukan analisa di Lapangan Gegunung.
“Kami juga menunggu instruksi dari pusat terkait upaya peningkatan produksi minyak,” imbuh pria humanis tersebut.
Diberitakan sebelumnya, PT TGE mulai mengumpulkan minyak pada bulan Desember 2016. Pada bulan Februari 2017 bisa mengirim dua tanki dengan kapasitas sekali kirim 5000 liter.
Secara keseluruhan ada 22 sumur tua di Lapangan Gegunung. TGE memiliki hak kelola di 12 sumur, sedangkan 10 sumur lainnya diserahkan BUMD Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. (Aim)