SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Warga penerima beras sejahtera (Rastra) di Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, resah. Gara-garanya rastra yang diterima bau apek dan dipenuhi kutu.
Beras seharga Rp1600 perkilogram atau Rp 24 ribu perkarung  berisi 15 kilogram itu mulai didistribusikan pemerintahan desa ke 14 ketua rukun tetangga (RT) sejak kemarin, Senin (12/6/2017) kemarin, setelah dikirim dari Bulog. Dari ketua RT beras kemudian baru disalurkan ke warga.
Namun saat warga hendak menebus beras tersebut mereka sangat terkejut dan kecewa karena mendapatkan beras dalam kondisi berbau apek dan penuh dengan kutu. Meski dikemas dalam karung, puluhan kutu terlihat merayap di dalam karung.
“Berasnya banyak kutunya, Mas. Tidak layak dikosumsi. Tapi sudah terlanjur nebus,” kata salah satu warga bernama Siti.
Padahal untuk membeli rastra, Siti harus mengeluarkan uang Rp48 ribu untuk dua karung karung rastra. Pada bulan ini penerima rastra mendapat jatah 2 karung yaitu untuk bulan Mei dan Juni.
Sebagian ketua RT mengaku mengetahui beras rastra berkutu. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak karena beras sudah terlanjur dibeli warga.
“Ya berasnya banyak kutu tapi sudah ditebus (beli) warga, ” ucap salah satu ketua RT yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Desa Moropelang Slamet Hisbulah belum bisa dikonfirmasi tentang rastra berkutu yang diterima warganya.
Sementara salah satu perangkat desa setempat, Idris mengaku perangkat desa tidak mengetahui jika beras rastra berkutu. Alasannya, begitu rasta datang di kantor desa langsung ditumpuk begitu saja.
“Tidak sempat mengecek,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kordinator Lapangan Penyaluran Rastra dari Kantor Bulog Subdivre II Bojonegoro, Sri Budi mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan.
“Beras berkutu kemungkinan disebabkan karena lama tertimbun di gudang bulog. Kita akan ganti dengan barang yang baru asalkan barangnya masih ada,” pungkasnya.(tok)