SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, sampai bulan Juni 2017 terus mengebut work over dua sumur tua 2 dan 10 di Lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan. Upaya ini untuk menambah pendapatan BUMD, yang saat ini masih mengandalkan sumur 19.
“Sumur 2 dan 10 statusnya masih work over,” ujar Direktur BUMD PDAT Tuban, Cucuk Dwi Sukwanto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (13/6/2017).
Untuk work over sumur 10 kegiatannya memancing ikan yaitu mengambil material. Serupa batu, besi, dan benda padat lainnya dengan menggunakan rig spindel. Sedangkan sumur 2 kegiatannya menguras sumur untuk mengeluarkan air, dan lumpur dengan pompa tombros.
“Kami terus bekerja keras supaya keduanya cepat dioperasikan,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat di Dinas ESDM Tuban.
Sampai dengan medio 2017, PDAT baru mengirim 35 ribu liter atau setara 220,12 Bph kepada Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Setelah pemasangan alat pemboran modern, diharapkan produksi sumur 19 lebih dari 6.000 liter atau 37,7 Barer Per Hari (Bph).
“Sekarang untuk status sumur 16 juga masih pembersihan sumur,” jelasnya.
Selama pembersihan sumur Gegunung, Cucuk mengaku, telah mengeluarkan kocek kisaran Rp 300 sampai 500 juta setiap sumur. Dana ini dialokasikan untuk operasi tenaga teknis, keamanan, tenaga ahli, serta biaya mendatangkan alat berat.
Pihaknya memperoleh hak kelola 10 sumur dari 22 sumur yang berada di Lapangan Gegunung, meliputi sumur 19, 16, 2, 5, 6, 7, 10, 11, 12 dan sumur 21. Setelah ini, Cucuk juga berencana mendirikan kantor, rumah genset, gorong-gorong, dan pemeliharaan akses tambang.(Aim)