SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Bagian Perekonomian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, jika Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) belum memberikan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor minyak dan gas bumi (Migas) karena semua pekerjaan masih dalam proses.
“Tahun 2016 hanya ada satu pekerjaan yang didapatkan PT BBS, yakni pengolahan limbah di Lapangan Sukowati, Blok Tuban,” ujar Kepala Bagian Perekonomian, Helmi Elisabeth saat ditemui dikantornya, Selasa (13/6/2017) kemarin.
Meski demikian, pendapatan dari pekerjaan mengolah limbah belum bisa menutupi kebutuhan operasional PT BBS. Karena, pada tahun 2016 tersebut PT BBS mengalami kerugian finansial.
“Hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun ini tidak ada pendapatan yang disetorkan ke kas daerah,” tukasnya.
Pihaknya optimis, PT BBS bisa menyetorkan PAD setelah mendapat semua pekerjaan yang sekarang ini masih dalam proses. Pekerjaan tersebut diantaranya pengelolaan Participating Interest (PI) di Blok Tuban, pembangunan kilang mini, pengelolaan sumur tua, dan lain sebagainya.
“Kita doakan saja, semoga bisa segera berjalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, mengakui tidak dapat memberikan kontribusi PAD karena perusahaan mengalami kerugian.
“Untuk pendapatan tahun ini berdasarkan kinerja tahun lalu. Karena memang tahun lalu belum maksimal, kami belum bisa menyetorkan PAD,” tegasnya.
Namun, pihaknya optimis tahun ini mendapatkan pekerjaan dari peluang industri migas seperti Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), pembangunan kilang mini, pengelolaan Blok Malo, dan Sumur Tua.
“Kami berharap, tahun ini semua rencana kerja tersebut bisa segera terwujud,” pungkasnya.(rien)