LMND Kenalkan Abu Dzar Lewat Bagi Takjil

bagi takjil

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) Tuban, Jawa Timur, memiliki cara unik mengenalkan sosok Abu Dzar kepada masyarakat. Bersamaan dengan bagi takjil di sekitar bundaran patung Letda Soecipto Tuban, para mahasiswa juga menyebarkan selebaran kisah hidup Abu Dzar.

“Giat ini kami lakukan sebagai bentuk aksi sosial di bulan Suci Ramadan,” ujar Ketua Umum LMND Tuban, Mahfud Hariadi, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (21/6/2017).

Sedangkan untuk pembagian selebaran, untuk penyadaran masyarakat tentang pentingnya peduli sesama. Dapat melalui gotong royong dan pentingnya persatuan nasional, untuk merawat kehidupan berbangsa.

Pria yang pernah belajar di Unirow Tuban ini menegaskan, jika kita banyak mengenal Abu Dzar sebagai perawi tersohor itu tidaklah salah. Dalam sebuah hadits yang memuat pesan Rosulullah kepada Abu Dzar, Cintailah kaum miskin dan dekatilah mereka.

“Pesan itulah yang selalu dipegang Abu Dzar sepanjang hidupnya,” imbuh pria kelahiran Kecamatan Plumpang itu.

Semasa hidupnya, Abu Dzar tidak pernah memikrikan harta. Umpama memiliki harta berupa gunung emas sebesar gunung Uhud, maka ia akan menyedekahkannya dan cuma meninggalkannya sebesar 3 dinar hanya untuk keperluannya.

Baca Juga :   Ratusan Naker Banyuurip Mogok

Itulah sosok Abu Dzar yang sangat revolusioner, yang tidak ingin melihat kekayaan hanya bertumpuk di beberapa orang saja. Bagi Abu Dzar, menyimpan harta melebihi keperluan dirinya hukumnya adalah haram. Sedangkan umum masa itu persoalan hak milik masih dibolehkan, asal dikeluarkan zakatnya.

Jika Soe Hok Gie menuliskan adagium “Lebih diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan” di masa modern, beberapa ratus tahun sebelumnya Abu Dzar telah melakukannya.

Perjuangan Abu Dzar ini sangatlah legendaris dan jarang sekali diceritakan. Tak banyak orang yang mau mencontohnya dan menjadikan Abu Dzar sebagai panutan. Hidup dalam kemelaratan dan dekat dengan kaum miskin sangat jarang menjadi pilihan orang.

Aksi bagi selebaran kisah Abu Dzar lewat bagi takjil sangat dipareasi para pengguna jalan. Bahkan tukang becak ikut andil dalam pembagian selebaran. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *