SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah kali ini menjadi kesempatan terakhir bagi Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, memberangkatkan gema takbir keliling, Sabtu (24/6/2017). Tahun 2017 ini pula merupakan tahun terakhir Suyoto menjabat bupati setelah dua periode memimpin Bojonegoro.
Kang Yoto-sapaan akrabnya, menjabat bupati sejak tahun 2008. Selama dua periode dia berpasangan dengan Setyo Hartono, sebagai wakilnya.
“Ini terakhir kali saya bersama Mas Hartono memberangkatkan takbir keliling setelah sepuluh tahun berturut-berturut,” kata Suyoto saat memberangkatkan peserta pawai takbir keliling di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
“Tentu ada salah dan kekurangan selama memimpin Bojonegoro. Karena itu pada hari raya Idul Fitri ini saya ingin memohon maaf kepada masyarakat Bojonegoro,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Kang Yoto mengingatkan bahwa takbir yang dikumandangkan malam ini merupakan bentuk kebesaran dari Sang Pencipta. Untuk itu, dia mengajak kepada semua elemen masyarakat mengalahkan dan mengenyampingkan rasa egois.
“Ego harus diganti dengan maha kasih dan sayang. Sehingga jarak diantara sesama makin dekat,” pesannya.
Usai memberangkatkan takbir keliling, Bupati Suyoto didamping Wakil Bupati Setyo Hartono, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) keliling kecamatan menggunakan bus untuk memantau hari kemenangan umat Islam.
Gema takbir keliling ini diikuti 61 peserta. Para peserta mengumandangkan takbir di atas mobil dengan iringan bedug sambil menyusuri rute yang sudah ditentukan. Yakni start Jalan Mas Tumapel – Imam Bonjol – MH. Thamrin – Panglima Soedirman- Teuku Umar – Lettu Suyitno – Jaksa Agung Suprapto – dan kembali Finish Imam Bonjol.(suko)