SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, belum mendapatkan pembayaran sewa tanah kas desa (TKD) tahun 2017 sebesar Rp17 juta  yang digunakan sebagai akses jalan masuk Pad B, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, dari Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
“Sewanya sudah habis tanggal 22 kemarin, tapi belum ada kabar dari JOB P-PEJ terkait pembayarannya,” kata Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, saat dihubungi Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sewa TKD tidak akan diperpanjang selama belum ada kepastian dari Pemkab Bojonegoro terkait pembangunan pasar Desa Ngampel. Terlebih, surat untuk Bupati Suyoto sudah dikirimkan Jumat (23/6/2017) kemarin.
“Sampai sekarang pintu masuk Pad B masih ditutup warga, karena selain belum dibayar juga belum ada kepastian dari Pemkab terkait pasar desa,” tegasnya.
Meski demikian, lanjut Hantoyono, pihak JOB P-PEJ masih bisa memasuki Pad B melalui jalan yang dibuat sendiri. Jalan tersebut dibuat dengan mengurug akses masuk sebelah utara TKD Ngampel.
“Mereka mengurug jalan sebelah utara pintu utama yang merupakan TKD, silahkan saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Field Administration Superintendant JOB-PPEJ, Akbar Pradima, belum memberikan konfirmasinya terkait ini. Saat dihubungi telephonnya tidak diangkat, dan pesan pendek yang dikirimkanpun hingga saat ini belum ada balasan.(rien)