SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Melintasi Kabupaten Tuban, Jawa Timur, rasanya kurang pas jika belum mampir membeli ikan asap khas pesisir utara Jalur Pantura. Selain harganya terjangkau, aroma khasnya juga kerap memikat pelancong dari luar kota untuk singgah.
“Ikan asap/panggang di Jalan Panglima Sudirman Tuban memang harumnya khas,†ujar pembeli asal Surabaya, Farah, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Kamis (29/6/2017).
Selain tertarik dengan aroma yang khas, perempuan murah senyum ini menyukai kondisi ikan yang bagus. Hampir setiap tahun, setelah kembali dari Semarang, Jawa Tengah, dia menyempatkan membeli oleh-oleh untuk keluarganya di rumah.
Sementara, seorang pedagang ikan asap asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Dewi (29), membenarkan setiap kali libur lebaran Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi pedagang ikan asap di sepanjang Jalan Panglima Sudirman Tuban. Gurih dan harumnya ikan panggang, menjadi sasaran pelancong luar kota.
“Setiap musim liburan, seperti lebaran Idul Fitri 1438 H tahun ini  pendapatannya meningkat drastis karena pemudik membeli ikan asap untuk oleh-oleh,†jelasnya.
Hari biasa rata-rata pendapatannya hanya Rp 300-400 ribu. Sedangkan untuk momen mudik dan balik saat ini mampu mencapai Rp700-800 ribu.
Perempuan ramah ini mejamin kualitas ikannya, karena proses pengasapannya menggunakan bahan alami. Selain ikan asap, dia juga menyediakan ikan segar dan trasi hasil olahan warga setempat.
Untuk harga ikan yang sudah setengah matang setelah diasapi bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya. Rata-rata harga ikan asap langsung dari para penjual mulai dari Rp10.000 per ekor untuk ukuran kecil, dan Rp25.000 untuk ikan berukuran besar. (Aim)