Bacabup Bojonegoro Ditantang Tangani Kemiskinan

rakorbangdes

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto mengajak kepada para bakal calon bupati (Bacabup) yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2018 mendatang, untuk bersama-sama memikirkan pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

Suyoto mengatakan, meski sekarang ini Bojonegoro telah keluar dari 10 kabupaten termiskin di Jawa Timur, dan berada di peringkat ke 11, namun masih ada warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

”Ini yang perlu dipikirkan dan dicarikan solusinya bersama-sama,” kata Suyoto saat rapat koordinasi pembangunan desa (Rakorbangdes) yang dihadiri sejumlah Bacabup, unsur masyarakat dan pemerintahan di Pendapa Malwopati pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat, Rabu (5/7/2017).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, angka kemiskikan Bojonegoro terus turun. Pada tahun 2015 lalu, jumlah penduduk miskin sebanyak 193.990 jiwa (15,71 persen) dan turun menjadi 180.990 jiwa (14,60 persen) pada 2016. Dengan penurunan tersebut menjadikan Bojonegoro berhasil keluar dari 10 besar kabupaten termiskin di Jawa Timur. 

Angka kemiskinan di Bojonegoro, menurut Suyoto, bisa bertamah dan menurun ke depannya. Bisa turun, kata dia, apabila program-program yang dilaksanakan sekarang ini dapat berjalan maksimal. Yakni Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), pencipataan lapangan usaha dan pekerjaan dengan menarik industri masuk desa, peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan, gerakan ayo sekolah wajib belajar 12 tahun, dan transparansi anggaran sesuai dengan implementasi open government partnership (OGO).  

Baca Juga :   Satu Tahun Kepemimpinan Bojonegoro, Unigoro dan UGM Berikan Catatan Khusus Program Prioritas

”Karena hidup di Bojonegoro lebih mudah menjadi warga miskin daripada menjadi kaya. Sebab 95 persen warga di sini hanya memiliki lahan kurang 0,5 ha. Dan, itu sesuai BPS sudah masuk kategori miskin. Artinya, modal menjadi orang miskin itu sudah dimiliki warga Bojonegoro,” jelas Bupati yang akrab disapa Kang Yoto itu.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak mulai dari politisi, pengusaha, pemerintah, media, pelaku IT, dan eleman masyarakat lainnya untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan.

Untuk menurunkan kemiskinan ini, kata Kang Yoto, tidak bisa dilakukan tanpa pengusaha. Karena pengusaha yang menciptakan lapangan usaha dan pekerjaan bagi masyarakat. Sehinga dengan alasan tersebut dirinya akan memberikan kelonggaran pajak dan kemudahan perizinan bagi investor yang membuka usahanya di pedesaan.

“Sekarang saya telah membuktikan janji kampanye saya dulu, akan membangun Bojonegoro melebihi Lamongan. Sekarang giliran para calon bupati ada yang berani nggak membangun Bojonegoro melebihi Surabaya,” tantang bupati dua periode itu.

Diantara bacabup itu adalah Setyo Hartono, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Bojonegoro, Sukir, Heru Suroso, Arif Januarso, Bambang Laras Muji Satoto (Bimbim), Kuswiyanto dan Ana Muawanah.

Baca Juga :   Perlu Komitmen Bersama Terkait Pembangunan Infrastruktur Akses JTB

Kuswiyanto, salah satu Bacabup Bojonegoro mengapresiasi rakor pembangunan desa yang dilaksanakan Bupati Suyoto dengan mengundang para bacabup dan semua unsur masyarakat. Menurut dia, dengan cara ini para bacabup dapat mengetahui arah kebijakan pembangunan Bojonegoro dan dapat meneruskannya.

“Ini sangat bagus. Sehingga kita memiliki gambaran untuk menentukan visi misi nanti,” kata politisi Senayan dari daerah pemilihan dapil (Dapil) IX (Bojonegoro dan Tuban) itu.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *