SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Pembangun fasilitas pengolahan minyak bumi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp1,2 trilun. Pembangunan kilang ini akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) bersama mitranya, PT Tierra Energi Perkasa.
Direktur Operasional PT BBS, Tony Ade Irawan menjelaskan investasi tersebut diantaranya untuk membeli lahan dan membangun konstruksi fasilitas pengolahan minyak.
“Nilainya di kisaran itu,†kata Tony kepada suarabanyuurip.com usai mengikuti rapat koordinasi pembangunan desa di Pendapa Malwopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (5/7/2017) kemarin.
Untuk kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 10 hektar. Lahan ini untuk membangun fasilitas pengolahan minyak dan perkantoran.
“Sudah ada tiga lokasi yang kita survey. Dari tiga itu akan kita pilih satau mana yang efisien dan strtegis,†ucapnya.
Tiga lokasi itu berada di Wilayah Kecamatan Gayam, Kalitidu, dan Purwosari. Dari ketiga lokasi itu BBS masih melakukan kajian salah satunya masalah resiko sosial.
Namun jika kilang tersebut dibangun di wilayah Gayam, BBS tidak perlu lagi membebaskan lahan karena di wilayah tersebut ada dua lokasi lahan miliknya yang cukup untuk membangun kilang. Yakni bekas Gas Oil Separation Plant (GOSP) Banyuurip di Desa Gayam, dan lahan yang pernah ditawarkan untuk calon pengganti tanah kas desa (TKD) Gayam yang berada di Desa Katur.(suko)