SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin dikenal dunia. Pada tahun 2017 ini, Bojonegoro mendapat tiga undangan resmi sebagai pembicara di forum internasional.
Pertama, undangan untuk membahas rencana aksi dan tindaklanjut open government partnership (OGP) dengan dukungan pengembangan Teknologi Informasi (TI) bersama 15 negara di Washington D.C pada 18-20 Juli 2017.
“Tanggal 16 Juli ini bapak Bupati berangkat ke sana, dan tanggal 17 Juli diperkirakan sudah sampai sana,†kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P saat halal bihalal dengan karyawan dan karyawatinya bersama wartawan, blogger, Forum Radio Bojonegoro (FRB) dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) di halaman Radio Malwopati, Sabtu (8/7/2017).     Â
Kusnandaka menjelaskan ada lima rencana aksi keterbukaan yang dilakukan Bojonegoro yang akan dibahas dalam pertemuan nanti yakni revolusi data, akuntabilitas pemerintahan desa, peningkatan transparansi sistim anggaran daerah, penguatan keterbukaan dokumen kontrak pengadaan barang dan jasa, dan peningkatan kualitas pelayanan public meliputi layanan pendidikan, kesehatan, dan perizinan.
Untuk peningkatan transparansi sistim anggaran daerah yang sudah dilakukan Bojonegoro, lanjut dia, pemerintah kabupaten (Pemkab) sudah membuka semua dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dan surat perintah pencairan dana (SP2D) secara real time.
“Ini satu-satunya di Indonesia,†tegas Kusnandaka.
“Sedangan revolusi data bupati akan menyampaikan peran PKK dalam melakukan pendataan melalui dasa wisma atau dawis,†lanjutnya.
Sementara undangan ke dua, kata Kusnanda, datang dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Negara bagian Amerika Serikat untuk membahas keterbukaan pemerintahan dalam mewujudkan kepercaayaan kepada masyarakat.
“Kita juga mendapat undangan dari NGO Internasional untuk berbicara tentang open data kontrak di Amsterdam,†ujarnya.
Kusnandaka berharap adanya dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama membangun Bojonegoro. Karena tahun ini Bojonegoro sedang menyiapkan kabupaten smart city bersama 24 kabupaten lainnya di Indonesia yang dipilih Kementerian Kominfo.Â
“Semua ini tidak bisa kita dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya,†pungkasnya.
Sekretaris Dinkominfo Bojonegoro, Ngasiaji menambahkan, kegiatan halal bihalal ini diharapkan dapat semakin meningkatkan hubungan baik Dinkominfo dengan berbagai pihak yang sudah terjalin selama ini.(suko)