Enam Kecamatan di Bojonegoro Endemik WBC

lahan pertanian

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Sebanyak enam kecamatan dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditetapkan sebagai wilayah endemis wereng batang coklat (WBC). Sedangkan 10 kecamatan lainnya menjadi wilayah potensial, dan 11 kecamatan lainnya sporadic.

“Hanya satu wilayah yang aman dari serangan hama ini yakni kecamatan Kedewan,” kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Achmad Djupari kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (8/7/2017).

Djupari menjelaskan WBC merupakan hama paling berbahaya bagi tanaman padi dan banyak merugikan petani karena bisa mengakibatkan puso dan gagal panen. Penyebab utama terjadinya serangan WBC ini dikarenakan beberapa hal yakni tersedianya makanan (tanaman padi) sepanjang tahun atau 3 kali tanam, cuaca dengan suhu dan kelembapan tinggi yang memacu perkembangbiakan hama, dan tidak adanya pergiliran tanaman dan varietas padi.

“Kami minta petani tidak tanam padi pada musim tanam ketiga ini untuk memutus siklus hama ini. Bisa ganti tanaman lain seperti palawiaja atau lainnya,” sarannya.

Dari luas tanam musim tanam padi tahun ini seluas 150.881 masih tersisa seluas 61.854 Ha yang belum dipanen. Puluhan ribu hektar tanaman itu tersebar di sejumlah kecamatan utamanya di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga :   Hiswana Mengimbau Penyaluran Dana PSM Tepat Sasaran

“Diperkirakan produksi lahan yang belum dipanen ini bisa mencapai 371.742 ton. Sedangkan produksi dari lahan pertanian yang sudah dipanen mencapai 535.052 ton,” tegasnya.  

Keenam kecamatan yang endemik WBC adalah Kecamatan Ngraho meliputi Desa Luwihaji, Sugihwaras, Sumberagung, Mojorejo, Ngraho, Blimbinggede, Jumok, Nganti, Pandan, Tanggungan, Kalirejo, Tapelan, Sumberarum, Payaman, Bancer, Klempun.

Kemudian Kecamatan Sukosewu meliputi Semawot, Kalicilik, Sukosewu, Klepek, Tegalkodo, Sitiaji, Purwosari, Pacing, Jumput, Duyungan, Semenkidul, Sidodadi, Sidorejo, Sumberjokidul. Kecamatan Kanor meliputi Desa Sarangan, Tejo, Pesen, Samberan, Nglarangan, Sroyo, Bakung, Palembon, Simbatan, Cangakan, Kabalan, Piyak, Caruban, Sedeng, Bungur, Simorejo, Sumberwangi, Tambahrejo, Kanor, Prigi, Temu, Kedungprimpen, Gedongarum, Pilang, Semambung.

Kecamatan Baureno meliputi Desa Banjaranyar, Ngemplak, Sraturejo, Blongsong, Baureno, Trojalu, Tulungagung, Selorejo, Tlogoagung, Sumuragung, Gajah, Gunungsari, Kalisari, Tanggungan, Lebaksari, Bumiayu, Kauman, Pasinan, Banjaran, Drajat, Sembunglor, Pomahan, Karangdayu, Kedungrejo, Pucangarum Kecamatan Kalitidu ada Desa Sumengko, Mlaten, Talok, Brenggolo, Grebegan, Wotanngare, Kalitidu, Panjunan, Mayangrejo, Mayanggeneng, Pilangsari, Mojosari, Pungpungan, Ngujo, Ngringinrejo, Mojo, Leran, Sukoharjo.

Kecamatan Bojonegoro meliputi Desa Semanding, Kalirejo, Mulyoagung, Campurejo, Ngrowo, Kadipaten, Kepatihan, Mojokampung, Sukorejo, Pacul, Jetak. Untuk wilayah Trucuk meliputi Desa Banjarsari, Sranak, Guyangan, Sumberrejo, Trucuk, Tulungrejo, Mori, Padang, Pagerwesi, Sumbangtimun, dan Kanten.(suko)

Baca Juga :   Disnakkan Memastikan Ketersediaan Hewan Kurban di Bojonegoro Cukup

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *