SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Target pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai melalui rekening BNI di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meleset dari harapan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa. Semestinya pada bulan Juni 2017, 20.809 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 19 kecamatan telah menerima Bantuan Sosial (Bansos).
Keterlambatan bantuan tersebut diakui oleh Sarminah (44), ibu rumah tangga prasejahtera asal Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan.
Perempuan tiga anak yang hidup di sekitar sumur tua Migas ini, tertatih –tatih mencarikan biaya pendidikan anaknya.
Anaknya yang bungsu naik ke kelas lima sekolah dasar (SD), dan sudah waktunya ganti seragam baru. Dirinya membutuhkan dana lebih, supaya kebutuhan seragam anaknya tercukupi.
“Harusnya PKH cair di bulan Maret dan Juni 2017,†ujar Sarminah, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (8/7/2017).
Dirinya tak dapat berbuat banyak. Bersama penerima PKH lainnya, hanya bisa menanti bantuan dari Pemerintah Pusat cepat cair. Sementara, anaknya memakai buku sisa tahun lalu. Untuk sepatu, beruntung ada kerabat yang memberinya sekalipun itu bekas.
Segendang seirama disampaikan ibu rumah tangga asal Kecamatan Jatirogo, Maryana (30). Ibu dua anak ini mengaku sudah dua kali PKH 2017 terlambat cair. Semestinya per tiga bulan sekali cair, tapi hingga sekarang belum ada kabar dari pendamping PKH.
Salah seorang pendamping PKH di Kecamatan Jatirogo, Usul Pudjiono, menjelaskan, BNI lamban cairkan bantuan PKH. Banyak KPM yang kecewa layanan BNI, salah satunya karena penyaluran bantuan PKH tidak jelas.
Dikonfrontir terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Tuban, Nur Jannah membenarkan, adanya keterlambatan pencairan bantuan sosial ke KPM di wilayahnya. Sampai dengan bulan Juli 2017, Bansos PKH yang sudah dicairkan baru KPM PKH Kecamatan Tuban dengan jumlah 1000 lebih keluarga.
Untuk hari Selasa, Rabu, dan Kamis pekan depan BNI sudah siap dan tuntas mencetak rekening, dan Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine (ATM) KPM PKH Kecamatan Bancar sekitar 2.800 KPM. Untuk mempercepat target, lembaganya terus menjalin sinergi dengan BNI.
Pendamping PKH yang tersebar di 20 kecmatan juga aktif memberikan edukasi, kepada KPM baik tentang pembukaan rekening, kegunaan menabung Bansos. Sekaligus membantu kelengkapan berkas yang diperlukan untuk pembukaan rekening KPM.
“Mulai tahun ini Bansos PKH disalurkan melalui bank BNI untuk di Tuban,†jelas perempuan berkacamata ini.
Diharapkan pula, ribuan KPM di 19 kecamatan untuk bersabar menunggu Bansos. Sekarang pihaknya juga menunggu kesiapan pembukaan rekening, dan Atm KPM yang saat ini diproses di BNI Pusat.
Sampai berita ini diturunkan Kepala BNI Cabang Tuban, Bintara, belum memberikan update pembukaan rekening untuk 20.809 KPMK yang tersebar di 19 kecamatan.
“Pekan depan akan saya update sekarang masih ada acara,†singkatnya.
Saat berkunjung ke Tuban bulan Mei 2017 kemarin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pencairan non tunai dana PKH secara nasional ditargetkan Juni sudah 100 persen. Saat ini baru 50% yang tersalurkan dari total 6 juta penerima.
Dalam rangka mempercepat perluasan penyaluran non tunai PKH secara nasional, Kementerian Sosial telah menyiapkan layanan gerak, berupa motor yang dilengkapi dengan Elektronic Data Capture (EDC). (Aim)