SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Memasuki medio 2017, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belum siap menjadi penyelenggara event olahraga Nasional. Hal ini karena mega proyek Tuban Sport Center (TSC) yang berada di Kalurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding terancam mangkrak.
“Kami upayakan semampunya untuk menyelesaikan TSC sebelum tahun 2021,†ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (8/7/2017).
Minimnya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tuban setiap tahun, menjadi problem utama masa depan proyek. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban hanya mampu mengalokasikan Rp 2 miliar/tahun, masih jauh dengan kebutuhan proyek mencapai Rp 400 miliar.
Usulan dana kepada Pemerintah Pusat juga belum jelas. Sekali pun Menteri Pemuda Oahraga (Menpora) Imam Nahrawi siap membantu pendanaan, tapi kenyataannya belum prosesnya rumit.
“Di Kemenpora memang ada program tapi dananya harus usul ke Bappenas kemudian di setujui Kemenkeu,†imbuh politisi PKB Tuban ini.
Komitmen Pemkab Tuban merampungkan proyek infrastruktur yang mangkrak, tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Tuban tahun 2017.
Sesuai perhitungan keuangan, kekuatan APBD Tuban 2017 sekira Rp2,2 triliun. Jumlah tersebut bakal dialokasikan kebeberapa program vital, yang telah diplaningkan dalam RPJM.
Selain TSC, RPJM 2017 juga memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, penurunan angka kemiskinan, peningkatan sektor Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), serta memperkuat struktur ekonomi masyarakat setempat.
Keinginan menjadi tuan rumah event olahraga Nasional sangat diidamkan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban, Mirza Ali Mansyur. Keberadaan TSC sangat penting untuk kemajuan atlet Tuban Bumi Wali.
Adanya TSC, semua event besar bisa diselenggarakan di Tuban. Sekaligus dapat meningkatkan mental dan prestasi atlet. Diharapkan semua stake holder bersedia all out mendukung pembangunan TSC.
Saat ini ada 28 induk organisasi olahraga dan 2 organisasi olahraga fungsional yang bernaung di bawah pembinaan KONI Kabupaten Tuban. Sekalipun banyak atlet yang telah mengharumkan nama Tuban di tingkat Nasional maupun ASEAN, tapi belum semua Cabang Olahraga (Cabor) memiliki tempat latihan yang layak.
Cabor tersebut mulai Aero Sport – Paralayang (FASI), Angkat Berat Angkat Besi dan Binaraga (PABBSI), Atletik (PASI), Bilyar (POBSI), Bolabasket (PERBASI), Bolavoli (PBVSI), Bridge (GABTU), dan Bulutangkis (PBSI).
Lainnya Catur (PERCASI), Drum Band (PDBI), Gulat (PGSI), Karate (FORKI), Kempo (PERKEMI), Layar (PORLASI), Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI), Panahan (PERPANI), Panjat Tebing (FPTI), Pencak Silat (IPSI), dan Renang (PRSI).
Selam (POSSI), Sepak Bola (PSSI), Bumi Wali FC, Sepak Takraw (PSTI), Sepatu Roda (PERSEROSI), Tenis Lapangan (PELTI), Tenis Meja (PTMSI), Tinju (PERTINA), Persatuan Wanita Olahraga (PERWOSI), Judo (PJSI), dan Wushu.
Ketua DPRD Tuban, Miyadi menambahkan tahun ini Pemkab Tuban mengucurkan tambahan dana untuk KONI. Semula 4,7 miliar, dan tahun 2017 ini naik menjadi Rp 5 miliar.
Tambahan ini melihat keseriusan KONI membina atletnya. Tidak sedikit pula yang meraih prestasi gemilang di level regional, Nasional, bahkan Internasional. (Aim)
