SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Sebanyak 46 jabatan perangkat desa yang tersebar di 21 desa di wilayah Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kosong. Kondisi ini berdampak pada tersendatnya roda pemerintahan desa dan pelayanan warga.
“Dari 21 Desa di wilayah Kecamatan Sekaran rata-rata terdapat dua perangkat desa yang kosong. Saat ini total terdapat 46 kursi perangkat desa yang kosong,” kata Kasi Pemerintahan Desa Kecamatan Sekaran, Sofyan Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (11/7/2017).
Parahnya lagi rata-rata perangkat desa di Kecamatan Sekaran yang masih aktif sudah berusia tua dan menjelang purna tugas. Kosongnya kursi perangkat desa menurut Sopyan, karena keengganan warga untuk bekerja sebagai pamong desa. Setiap kali pemerintahan desa membuka lowongan perangkat desa selalu gagal karena tidak ada warga yang mendaftar.
“Warga lebih memilih bekerja membuka warung makan di kota-kota besar dari pada jadi perangkat desa. Apalagi bengkok yang digarap perangkat desa relatif kecil, rata-rata hanya 100 ru setiap perangkat,” cetus Sopyan.
Kecamatan Sekaran merupakan kantong perantauan di Kabupaten Lamongan. Sekira 40 persen warga bekerja di kota-kota besar di Indonesia dengan membuka warung makan.
Dengan adanya instruksi bupati untuk pengisian perangkat desa yang kosong sesuai dengan Undang-undang No 17 tahun 2016 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, Sopyan mengharapkan, kursi perangkat desa yang kosong dapat segera terisi.
“Ada 18 desa yang saat ini dalam taraf pembukaan perangkat desa. Harapannya banyak yang mendaftar,” ucap Sopyan.
Sedang tiga desa yang sudah melantik perangkat baru yaitu Desa Bulutengger, Kembangan dan Sungegeneng.(tok)