Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2016

pertanggungjawaban APBD 2016

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menyampaikan, substansi Nota Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2016 ini. Nota pertanggungjawaban ini merupakan gambaran dari realisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2016. 

“Perlu kiranya dipahami bersama bahwa penyajian Nota Pertanggungjawaban merupakan Executive Summary,” ujarnya saat rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban  Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun 2016, Senin (10/7/2017).

Penjelasan detail nota pertanggungjawaban tersebut termuat dalam Raperda ancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan  APBD Tahun Anggaran 2016, yang terdiri dari tiga buah buku sebagai lampiran yang tidak terpisahkan.  Yaitu Buku I yakni Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Tahun Anggaran 2016, Buku II diantaranya Neraca, Laporan Arus Kas, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Sedangkan Buku III diantaranya berisi Laporan Keuangan BUMD Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2016.

Sementara itu, Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016 pada sisi pendapatan dapat dijelaskan, selama Tahun 2016, tingkat capaian kinerja realisasi pendapatan daerah cukup signifikan dari target yang telah ditetapkan. Yaitu realisasi pendapatan dalam perhitungan APBD Tahun 2016 dari target yang ditetapkan sebesar Rp3, 349 triliun, dapat direalisasikan sebesar Rp3,4 triliun atau mencapai 89,67 %.

“Jika ditinjau dari dari progress pendapatan daerah, maka realisasi pendapatan Tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar Rp105 milyar atau sebesar  3,63 % dari pendapatan Tahun 2015,” ujar Suyoto.

Kemudian dia memberikan penjelasan secara lebih komprehensif terkait capaian sisi pendapatan dari tiap bagiannya. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), secara umum Tahun 2016 terealisasi sebesar 101,68 % dari target sebesar Rp334,791 milyar lebih, terealisasi sebesar Rp340,407 milyar lebih. Jumlah ini mengalami peningkatan Rp2,7 milyar atau 0,8% apabila dihadapkan pada ratio capaian PAD Tahun 2015.

Adapun perincian sisi PAD terdiri dari  Pajak Daerah, dari target Rp79,534 milyar lebih terealisasi sebesar Rp79,130 milyar lebih atau 99,49 %. Retribusi Daerah dari target sebesar Rp46,907 milyar lebih terealisasi sebesar Rp47,942 milyar lebih atau 102,21 %. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang dipisahkan dari target sebesar Rp18,811 milyar lebih terealisasi Rp19,708 milyar lebih atau 104,77 %. Lain-lain PAD yang Sah  dari target sebesar Rp189,537 milyar lebih terealisai Rp193,626 milyar lebih atau 102,16 %

Baca Juga :   DPRD Minta Penataan Pasar Kota Bojonegoro Akomodir Semua Pedagang

Kemudian Pendapatan Transfer yang ditujukan untuk mengurangi ketimpangan sumber pendanaan antara pusat dan daerah, mengurangi kesenjangan pendanaan urusan pemerintahan antar daerah, mengurangi kesenjangan layanan publik antar daerah , serta untuk mendanai pelaksanaan otonomi khusus dan keistimewaan daerah. 

Dari sisi capaian kinerja realisasi Tahun 2016 sebesar 88,01% yaitu dari target sebesar Rp3,015 triliun lebih terealisasi sebesar Rp2,653 triliun lebih. Rinciannya, transfer pemerintah pusat

yang  merupakan perwujudan dari desentralisasi fiskal serta penyeimbang besarnya beban urusan Pemerintah daerah.

Dari sisi capaian kinerja Realisasi Tahun 2016 sebesar 86,13 % dari target sebesar Rp2,315 triliun lebih terealisasi sebesar Rp1,994 triliun lebih. Meliputi bagi hasil pajak dari target sebesar Rp309 milyar lebih terealisasi sebesar Rp245 milyar lebih atau sebesar 79,51%, bagi hasil bukan Pajak /Sumber Daya Alam dari target sebesar Rp850 Milyar lebih terealisasi sebesar Rp664 milyar lebih atau sebesar 78,09 %, Dana Alokasi Umum (DAU) dari target sebesar Rp949 milyar lebih terealisasi 100 %, Dana Alokasi Khusus (DAK)  dari target sebesar Rp206 milyar lebih terealisasi sebesar Rp135 milyar lebih atau sebesar 65,46 %

Untuk transfer Pemerintah Pusat lainnya, dari sisi capaian kinerja realisasi Tahun 2016 sebesar 99,44 % dari target sebesar Rp519 milyar lebih terealisasi sebesar Rp516 milyar lebih, Dengan rincian, Dana Otonomi Khusus dari target sebesar Rp480 milyar lebih terealisasi sebesar Rp477 milyar lebih atau sebesar 99,39%, dan Dana Penyesuaian dari target sebesar Rp38,996 milyar lebih terealisasi 100 %.

Sedangan untuk transfer Pemerintah Daerah lainnya merupakan pendapatan yang bersumber dari Pemerintah Daerah Provinsi yang berasal dari Bagi Hasil Pajak. Dari sisi capaian kinerja realisasi Tahun 2016 sebesar 76,11 % dari target sebesar Rp157 milyar lebih terealisasi sebesar Rp119 milyar lebih, dan  bantuan keuangan dari target sebesar Rp23 milyar lebih terealisasi 100%.

Sementara untuk  lain- lain pendapatan yang sah merupakan pendapatan Hibah Tahun Anggaran 2016 yaitu sebesar Rp10 milyar yang merupakan hibah bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Tahun 2016.

Pada sisi belanja pelaksanaan APBD Tahun 2016, khususnya anggaran belanja, secara akumulatif terealisasi sebesar 88,98 % yaitu dari total plafon anggaran Rp3,646 triliun lebih terealisasi Rp3,244 trilyun lebih.

Untuk target dan realisasi anggaran belanja sesuai struktur yang terdapat dalam APBD adalah  belanja Pegawai dari plafon sebesar Rp1,354 trilun lebih terealisasi sebesar Rp1,214 trilun lebih atau sebesar 89,64%, belanja barang dari plafon sebesar Rp538 milyar lebih terealisasi sebesar Rp443 milyar lebih atau sebesar 82,32%, belanja subsidi dari plafon sebesar Rp223 juta terealisasi sebesar Rp125 juta atau sebesar 56,05%, dan belanja hibah dari plafon Rp59,241 milyar lebih terealisasi sebesar Rp49,423 milyar lebih atau sebesar 83,43 %.

Baca Juga :   Tukang Becak Dukung Program Sertifikat Tanah Gratis

Kemudian belanja bantuan sosial dari plafon Rp4,541 milyar terealisasi sebesar Rp4,036 milyar lebih atau sebesar 88,88 %, belanja bantuan keuangan dari plafon Rp569 milyar lebih terealisasi sebesar Rp551 milyar lebih atau sebesar 96,81%,  belanja modal dari plafon Rp1,103 triliun lebih terealisasi sebesar Rp967 milyar lebih atau 87,70%, dan belanja tak terduga dari plafon Rp2,931 milyar lebih terealisasi sebesar Rp1,416 milyar lebih atau 48,32%.

“Transfer bagi hasil pajak dan retribusi dari plafon Rp13,632 milyar  lebih terealisasi sebesar Rp13,227 milyar lebih atau 97,03%,” kata Suyoto menyampaikan nota laporannya.

Sedangkan untuk sisi pembiayaan dari perhitungan APBD 2016 disampaikan perkembangan anggaran untuk sisi penerimaan pembiayaan daerah dari target yang ditetapkan sebesar Rp343,162 milyar lebih terealisasi sebesar Rp340,353 milyar lebih atau sebesar 99,18%, yang terdiri atas sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya dari anggaran sebesar 333,422 milyar lebih terealisasi sebesar 100%, penerimaan kembali pemberian pinjaman dari anggaran sebesar Rp9,740 milyar terealisasi sebesar 6,931 milyar lebih atau 71,17 %.

Sementara itu, sisi pengeluaran pembiayaan daerah dari plafon yang ditetapkan sebesar Rp46,720 milyar lebih terealisasi sebesar Rp20,720 milyar lebih atau sebesar 44,35%, yang terdiri atas penyertaan modal (investasi) Pemerintah Daerah dari plafon sebesar Rp41 milyar terealisasi sebesar Rp15 milyar atau sebesar 36,59%, pembayaran pokok utang pada PT Arthesis Sakti Persada dengan plafon sebesar Rp5,720 milyar lebih terealisasi sebesar 100%, dan Sisa Lebih Pembiayaan Tahun Berkenaan (SILPA) sebesar Rp79.051. 687.855, 78.

Silpa tersebut merupakan akumulasi  dari Silpa BLUD senilai Rp33,497 milyar lebih, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) senilai Rp17,612 milyar lebih, dan sisanya merupakan dana sertifikasi yang belum disalurkan selama Tahun 2016. 

“Kami berkomitmen untuk selalu mengedepankan transparansi dalam pelaporan ini dengan obyektif, tanpa menutupi kelemahan atau sebaliknya menonjolkan keberhasilan semata,” pungkas Suyoto.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *