Semester I, Pendapatan Wisata Tuban Rp 938,3 Juta

wisata goa akbar tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Jawa Timur, selama enam bulan terakhir telah membuktikan kinerjanya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata. Sesuai laporan PAD per minggu sampai dengan tanggal  9 Juli 2017, telah ada dana sebesar Rp 938.346.000 yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

“Ada tiga lokasi wisata yang dikelola daerah,” ujar Kabid Pariwisata Disparbudpora Tuban, Suwanto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkat, Kamis (13/7/2017).

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) Tuban 2017, wisata Goa Akbar yang berada di Jalan Gajahmada ditarget setor pendapatan ke kas daerah sebesar Rp 440.000.000. Sekarang sudah Rp 352.458.000 yang dihasilkan. Apabila diprosentase telah memenuhi 80,10% dari target.

Untuk wisata kolam renang Bhektiharjo di Kecamatan Semanding, target pendapatan tahun 2017 sebesar 275.000.000. Hanya dalam waktu enam bulan, wisata ini telah melampaui target yakni 129,86% atau Rp 357.123.000.

Sedangkan wisata pantai Boom yang berada di Utara Alun-Alun Tuban target pendapatan tahun ini sebesar Rp 345.000.000. Sekarang baru mencapai 66,30% atau 228.765.000 dari target.

Baca Juga :   Baru Dibuka Pengunjung Wisata Loco Tour Capai 1.000 Orang

“Kami optimis tahun ini target 1.060.000.000 terlampaui,” imbuh mantan pegawai Bappeda Tuban ini.

Terlampauinya target pendapatan wisata Bektiharjo, karena meningkatnya jumlah pengunjung saat libur lebaran. Waktu itu, jumlah pengunjung naik hingga 747 persen dari hari biasa.

Meskipun pendapatan wisata setahun hanya Rp 1 miliar lebih, tapi pemkab berani menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pengembangan wisata masyarakat tahun 2017.

“Ada 9 tempat wisata masyarakat yang menerima dana pengembangan wisata,” terangnya.

Setiap objek wisata mendapat bantuan senilai Rp60 juta hingga Rp300 juta. Besarannya menyesuaikan kebutuhan dan kevitalan objek wisata. Sasaran wisata yang dikembangkan meliputi, makam Tundung Musuh, makam Mbah Syeh Achmad Cholil, makam Mbah Jalaluddin (Makam Dowo), makam Tumenggung Aryo Tedjo, makam Sunan Geseng, dan wisata air terjun Nglirip.

“Bagi wisata yang belum tercatat tahun depan bisa diusulkan,” harapnya.

Pandangan Ketua DPRD Tuban, Miyadi, sektor wisata di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) cukup menjanjikan dan juga memprihatinkan. Kedepan pemkab tidak bisa hanya mengandalkan tiga lokasi wisata tersebut.

Baca Juga :   Pawai Budaya Ngumpakdalem Berlangsung Semarak

Perlu ada terobosan pengembangan sektor wisata pantai, karena Tuban memiliki pantai sepanjang 65 Kilometer (Km) yang membentang di lima kecamatan mulai Kecamatan Palang, Tuban, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar.

“Sekarang masih belum ada benang merah untuk mengoptimalkan potensi itu,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *