Diserang Wereng Panen Padi di Lamongan Jeblok

petani lamongan gagal panen

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Serangan wereng yang mewabah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadikan hasil panen padi sebagian petani setempat jeblok.

Seperti yang dirasakan petani di Desa Besur, Kecamatan Sekaran. Akibat serangan wereng hasil panen yang didapat mereka menyusut hingga 25 persen.

“Hasil panen kali ini merosot tajam, Mas. Jika biasanya sawah per 100 ru bisa panen 20 sak, saat ini cuma dapat 15 sak,” kata salah satu petani Sahudi, kepada suarabanyuurip.com.

Selama ini berbagai upaya dilakukan petani untuk membasmi wereng dengan melakukan penyemprotan dengan berbagai merk obat pembasmi wereng. Dana ratusan ribu hingga jutaan rupiah dikeluarkan namun hasilnya sia-sia.

Petani di Desa Besur dalam beberapa hari ini tengah menikmati panen. Harga jual gabah juga masih cukup tinggi yaitu Rp4.400 perkilogram karena di wilayah Lamongan belum waktunya panen raya. Namun harga tinggi belum memberikan keuntungan besar bagi petani karena serangan hama wereng.

Pertanian di Desa Besur sendiri selama dua tahun terakhir menjadi pilot project Kabupaten Lamongan sebagai pertanian yang menggunakan agen Hayati atau tidak menggunakan bahan kimia untuk pupuk dan obat padi.

Baca Juga :   Ban Kiri Pecah, Truk Terguling di Jalan Nasional

“Selama tiga musim panen, baru kali ini kualitas panen jelek karena serangan wereng,” terang Kepala Desa Besur, Abdul Haris Suhud.

Di Desa Besur sendiri terdapat kurang lebih 100 hektar lahan pertanian.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *