Wasit Liga 2 Perkeruh Laga Persatu Kontra PSBI Blitar

Persatu vs PSBI Blitar

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Manajemen Persatu dan PSBI Blitar sangat menyayangkan kepemimpinan wasit Liga 2, Agung Setiawan, Asisten Wasit (AW 1), Nasrudin, dan Asisten Wasit (AW 2), Ibal Darung, karena memperkeruh pertandingan selama 90 menit di stadion Lokajaya Tuban, Jawa Timur, Sabtu (15/7) sore.

Meskipun tuan rumah Laskar Ronggolawe menang telak 3-1, tapi beberapa keputusan wasit khususnya waktu pinalti kerap memicu kontroversi.

“Sudah jelas harus pinalti tapi wasit menganggapnya tidak pelanggaran,” ujar pelatih Persatu Tuban, Edi Sugiharto, kepada suarabanyuurip.com, usai pertandingan.

Pelatih asal Malang itu tidak begitu mempermasalahkan keputusan wasit. Dia lebih serius mengevaluasi anak asuhnya, karena kebobolan di menit awal karena kurangnya konsentrasi.

Beruntung jenderal lapangan tengah Persatu, Danu Rosade langsung tancap gas mengejar ketertinggalan skor. Setelah pemain PSBI Blitar, Luxi Ariawan (NPG 87) membobol gawang Persatu saat pertandingan baru berjalan 2 menit, disusul Yan Helda Pratama (NPG 2) menyamakan kedudukan di menit 14.

“Gol inilah menjadi awal pemain PSBI Blitar tersulut emosinya,” imbuh Edi.

Apalagi setelah pemain Persatu, Bima Boy Asmara kembali menjembol gawang PSBI Blitar di menit 37. Official dan pemain PSBI Blitar tak terima dengan keputusan AW 1, Nasrudin karena dianggap merugikan klubnya.

Baca Juga :   Persatu Tuban Resmi Dibubarkan

Berkali-kali perwakilan PSSI Provinsi Jatim harus turun tangan melerai kesalah pahaman tersebut. Hasilnya menit-menit akhir babak pertama, pertandingan dihentikan. Sorak dan cemoohan penonton pun tak terhindarkan.

Asisten pelatih kiper PSBI Blitar, Ali Imron juga kecewa dengan kepemimpinan wasit utamanya AW 1, Nasrudin. Apakah akan dilaporkan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Liga 2, dia belum mengetahuinya karena kewenangannya manajemen.

“Sebenarnya laga kontra Persatu di kandangnya sangat menarik,” jelasnya.

Hanya pada waktu metting sehari sebelumnya, ada yang mengingatkannya untuk hati-hati dengan wasit. Ternyata dalam 90 menit penuh benar, kepemimpinan wasit liga 2 kali ini kurang sportif.

Buruknya kinerja wasit sangat disayangkan, padahal kedua kesebelasan telah bekerja keras. Hanya karena wasit yang kurang profesional, akhirnya Persatu maupun PSBI Blitar dirugikan.

“Salah satu pemicu kontroversi gol balasan Persatu di menit 14,” terangnya.

Dia berpesan, manajemen Persatu tetap waspada. Kapanpun dimanapun, wasit dapat merugikan maupun menguntungkan sebuah klub dari satu keputusannya.

“Kami pastikan persaudaraan PSBI Blitar dan Persatu tetap terjaga,” janjinya.

Baca Juga :   Berikut Jadwal Lengkap Persibo Bojonegoro di Grup 7 Liga 3 Nasional

Segendang seirama diungkapkan Manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni. Roni sapaan akrabnya mengaku tidak dapat berbuat banyak soal kinerja wasit.

Keributan hingga aksi kejar-kejaran antara pemain PSBI Blitar dengan wasit pada babak kedua, dianggap wajar karena tidak puas dengan keputusan wasit. Semestinya hal itu tidak perlu terjadi.

“Selama pertandingan juga Persatu di rugikan,” tegasnya.

Soal adanya permintaan pergantian wasit oleh manajemen PSBI Blitar, Roni menanggapinya singkat. Pergantian pengatur pertandingan tidak semudah itu. Baru bisa dilakukan kalau wasitnya sudah tidak mampu mengatur pertandingan lagi.

Pada menit ke-70, Wira Hadi Kusuma melesakan gol ke gawang PSBI Blitar, sekaligus memastikan Persatu menang. Berbagai peluang kedua klub sama banyaknya, hanya sedikit yang bisa dikonversi menjadi gol.

Setelah pertandingan kontra PSBI Blitar pekan ini, Persatu berada di urutan 3 grup 5 dengan 11 poin. Puncak klasemen ditempati Martapura FC dengan 13 poin, kemudian posisi kedua Persebaya dengan 12 poin. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *