SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Parta Energi (BPE) menunda servis lima titik sumur di lapangan Turi, Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung.
Menurut Direktur Utama BUMD PT. Blora Patra Energi (BPE) Christian Prasetya, ditundanya servis kelima sumur tersebut karena masih harus dilakukan kajian ulang untuk mengetahui data terbaru.
“Pending, Mas. Ada masalah teknis dan perlu kajian ulang,†tuturnya, kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/7/2017).
Untuk diketahui, awalnya, BPE merencanakan servis sumur tersebut pada bulan Juli 2017. Sebelumnya juga direncanakan pada bulan Juni lalu, namun juga tidak jadi dilaksanakan karena terbentur bulan Ramadan.
Servis yang akan dilakukan itu, kali ke-dua dilaksanakan setelah pada tahun 2016 lalu gagal mendapatkan servis dari dua titik sumur di lapangan tersebut.
Lima titik sumur tua yang akan di servis itu, merupakan bagian dari 23 sumur yang dikelola BPE sejak tahun 2016. Dalam proses servis, pihaknya tidak akan melakukan pendalaman sumur. Hanya melakukan pembersihan serta penggantian casing serta keperluan alat lain untuk mengaktifkan kembali sumur.
“Kalau pendalaman sumur, itu tidak boleh kami lakukan,†ujarnya.
Untuk pekerjaan itu, diperkirakan bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp600 juta setiap satu titik sumur. Dari 23 titik tersebut akan dilakukan secara bertahap. Chris, tidak bisa memastikan apakah setelah servis bisa diketahui hasilnya.
“Kami baru bisa memperkirakan kalau servisnya sukses,’’ tuturnya. (ams)