SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Puluhan orang tua siswa harus rela datang pagi-pagi mengantarkan anak mereka ke sekolah sekaligus mencarikan tempat duduk dihari pertama masuk sekolah, Senin (17/72017).
Seperti yang terlihat di Madrasah Ibtida’iyah (MI) Nurul Ulum Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sejak pukul 5.30 WIB para orang tua sudah terlihat masuk ke sekolah dan berlomba mencarikan tempat duduk bagi anaknya.
“Sengaja datang pagi-pagi mas biar anak saya dapat tempat duduk didepan, ” ujar salah salah orang tua, Eny Susiana kepada suarabanyuurip.com.
Meski sudah dapat tempat duduk ‘favorit’ bagi anaknya, Eny dan puluhan orang tua lainnya tidak bisa lantas pulang ke rumah. Penyebabnya sang buah hati yang baru menginjakkan kaki di sekolah baru tidak mau ditinggal dan minta ditunggui hingga pelajaran dimulai.
“Anaknya tidak mau ditinggal akhirnya harus menunggu sampai jam masuk,” ujar Eny yang juga Sekretaris Desa Moropelang ini.
Agar bangku anaknya tidak ditempati anak lain, banyak orang tua yang akhirnya membuat tulisan nama anaknya di secarik kertas dan ditempelkan dan meninggalkan tas sekolah di atas bangku.
Kepala Sekolah MI Nurul Ulum Gufron menjelaskan jumlah siswa baru mencapai 58 siswa yang terbagi dalam dua kelas.
“Kami telah membuka pagar sekolah dan ruangan kelas sejak pukul 5.30 WIB untuk memberikan kebebasan orang tua memilihkan bangku bagi putra-putrinya,” sambungnya.
Di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang kegiatan belajar mengajar hampir semua sekolah dari tingkat SD hingga SMU di Lamongan belum efektif. Pihak sekolah masih mengadakan halal bihalal.
Sebagian sekolah memulangkan lebih awal para siswanya atau membiarkan siswanya bermain dilingkungan sekolah.
“Tadi hanya halal bihalal di sekolah pak. Setelah itu pulang, ” ujar salah satu siswa SMP Pucuk Lestariana.(tok)