SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Polemik tenaga kerja (Naker) proyek pipa Gresik – Semarang (Gresem) milik Pertamina Gas (Pertagas) yang dilaksanakan Konsorsium Wijaya Karya –  Rabana – Kelsri (WRK) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus bergulir.
Puluhan pekerja di bawah naungan PT Antajaya, subkontraktor WRK akan mendatangi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker) Bojonegoro. Ada dua tuntutan yang akan diusung puluhan pekerja.
Yakni menuntut pembayaran uang makan sebesar Rp1.500.000 kepada PT Antajaya, dan pelibatkan tenaga kerja lokal kepada WRK paska PT Antajaya tidak lagi mengerjakan proyek tersebut.
“Kami akan ke Disperinaker untuk minta difasilitasi masalah ini,†kata Didik salah satu mantan pekerja PT Antajaya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (18/7/2017).
Sesuai kabar yang dia terima, akan ada kontraktor pengganti PT Antajaya pasca pemutusan kontrak oleh WRK.
“Tapi belum ada kejelasan siapa dan kapan mulai menggantikan PT Antajaya. Semoga kami dilibatkan lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Disperinaker Bojonegoro, Agus Supriyanto menyarankan kepada naker pipanisasi Gresem untuk melaporkan permasalahan yang terjadi agar dapat difasilitasi untuk mencarikan jalan keluar.
“Kalau ada laporan resmi, baru kita tindaklanjuti,†tegas Agus.(rien)