Nelayan Kilang Tuban Tolak Gerakan Radikal

Nelayan tolak radikalisme

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Seratus nelayan di sekitar proyek Kilang New Grass Root Refinary (NGRR) Tuban, Jawa Timur, mendeklarasikan diri menolak terhadap gerakan radikal dan anti Pancasila di Pendopo Kecamatan Jenu. Komitmen tersebut dilakukan dalam giat Quick wins Program 1 yang digelar oleh Dit Pol Air Polda Jatim.

“Kita wajib menjaga pancasila dan UUD 1945 untuk bertahan sepanjang masa,” ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (19/7/2017).

Pria humanis tersebut meminta maaf apabila Camat Jenu, Rohman Ubaid berhalangan hadir. Tak lupa juga berterimakasih kepada Dit pol air Polda Jatim yang telah menyelengarakan kegiatan ini.

Melalui semangat warga pesisir, Suwoto mengajak semua elemen khususnya nelayan merupakan komitmen bersama sama untuk tetap menegakan NKRI harga mati. Utamanya sebentar lagi ada proyek skala Internasional patungan Pertamina dengan Rosneft Oil Company asal Rusia.

Kasisar Binmas Polda Jatim, Kompol Bambang juga memohon maaf atas ketidakhadiran Dit Pol Air Polda Jatim. Pihaknya juga berterimakasih atas dukungan terhadap kegiatan ini.

Baca Juga :   Teriakan Emak-emak Gagalkan Maling Motor di Tambakrejo Bojonegoro

Tujuan deklarasi ini merupakan upaya pemerintah dengan pendekatan untuk penegakan hukum radikal, jangan sampai berkembang di Negara Indonesia. Radikalisme dapat di artikan aliran yang ingin perubahan negara kita, dengan cara kekerasan.

Saat ini masyarakat dirasa kurang tanggap menyikapi radikal, sehingga radikal bisa berkembang di masyarakat. Untuk itu, sudah seyogyanya masyarakat berperan aktif sejak dini.

Pancasila sudah komitmen final bangsa Indonesia. Sampai dengan titik darah penghabisan, kita harus tetap tegakan NKRI karena sudah harga mati.

Bambang menghimbau, Pancasila sebagai Idologi negara kita. Kita harus amalkan secara nyata, sehinga menjadi jati diri Bangsa Indonesia.

Selain itu, setiap tindakan dan perbuatan proses hukum dengan  produk tidak bersalah. Sekalipun nelayan bekerja di pantai, tapi tetap menjaga NKRI.

Setelah itu, dilanjutkan penyerahan bantuan sarana kontak berupa, bendera merah putih, lambang Burung Garuda, sebuah Sarung, alat pelampung, ring pengaman, dan sebuah senter.

Sebanyak 100 nelayan sekitar Kilang Tuban yang hadir dari Desa Kaliuntu, Mentoso, Beji, dan Socorejo, Kecamatan Jenu. Hadir pula Kabag ops Polres Tuban, Kompol Dodik, Danramil Jenu, Kapten Inf Gacuk Sunarso, Wakapolsek Jenu, Ipda Suprapto, Ketua MUI Jenu, Musa, dan HNSI Kecamatan Jenu, Rohmad. (Aim)

Baca Juga :   Mayat Tanpa Indentitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan Solo

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *