Usulkan Pengisian Perangkat Desa Diperpanjang

sosialisasi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mulai melakukan tahapan pengisian lowongan 1.236 perangkat desa di wilayahnya dengan melakukan sosialisasi kepada ratusan kepala desa di Pendapa Malwopati Jalan Mas Tumapel, Rabu (19/7/2017).

Dalam sosialisasi itu dibuka sesi tanyajawab. Banyak masukan yang diberikan kepala desa kepada Pemkab Bojonegoro.

Kepala Desa Plesungan, M Choiri, misalnya. Dia menyampaikan pengisian perangkat desa yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang dinilai terlalu cepat. Terlebih membutuhkan tenaga yang bisa teknologi inforasi (TI).

“Kami takut ada tudingan di masyarakat, ada permainan dalam pengisian perangkat,” ucapnya.

Oleh sebab itu pihaknya berharap kepada Pemkab Bojonegoro untuk memberikan toleransi perpanjangan waktu agar bisa mempersiapkan diri termasuk syarat memiliki sertifikat TI.

Sekretaris Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moelyono menyampaikan banyaknya jabatan perangkat desa yang masih kosong harus segera diisi untuk menunjang kinerja pemerintah desa (Pemdes). Namun seandainya dari desa meminta perpanjangan waktu untuk pelaksanaan tes perangkat desa, maka pihaknya akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Baca Juga :   Jadi Rantai Pasok Komponen Kendaraan Listrik Global

“Kita akan bahas bersama terkait itu, apakah perlu ada perpanjangan atau tidak,” sambung Soehadi.

Dia menjelaskan sertifikat TI ini sesuai dengan Undang-undang No 6 tahun 2014 tentang Desa yang menyebutkan jika perangkat desa harus bisa memahami TI untuk menunjang kinerjanya.

“Namun dari masyarakat punya kemampuan atau tidak, kita belum tahu. Oleh sebab itu, membutuhkan sertifikat,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *