SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejak bulan Februari 2017, Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) milik Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah memproduksi minyak mentah sebanyak 70 ribu liter atau setara 440, 24 Barel Per Hari (BPH).
Cairan emas hitam dari Lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan itu, disetor ke Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Cepu Field sebanyak delapan kali pengiriman.
“Hasil ini masih jauh dari harapan tapi tetap kami syukuri,” ujar Direktur BUMD Tuban PD Aneka Tambang, Cucuk Dwi Sukwanto, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (21/7/2017).
Tujuh kali pengiriman minyak mentah sebanyak 50 ribu liter, rampung pada bulan Februari- Maret kemarin. Sisanya 20 ribu atau setara 4 tangki minyak kapasitas 5 ribu liter, rencananya baru dikirim akhir bulan ini.
Sebagai pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang konsen pada bisnis Migas, Cucuk berkomitmen menambah pundi-pundi pendapatan daerah. Saat ini baru Sumur 19 dan 6 yang telah produksi. Sedangkan tiga sumur lainnya nomor 2, 10, dan 16 baru selesai dibersihkan.
“Tiga sumur yang selesai di work over ini telah muncul bercak-bercak minyaknya,” terangnya panjang lebar.
Untuk menghasilkan 5.000 liter minyak, minimal membutuhkan waktu dua sampai tiga hari. Cepat lambatnya produksi juga dipengaruhi cuaca, dan kondisi sumur itu sendiri.
Setelah mendatangkan alat bor modern, Cucuk berharap produksi Sumur 19 mampu mencapai 6 ribu liter per hari. Target ini untuk memenuhi target minyak dari Pertamina EP Asset 4 sebesar 100 Bph.
Sejak penertiban yang dilakukan Polres Tuban tanggal 9 Agustus 2016 lalu, PDAT secara resmi baru mulai bekerja tujuh hari berikutnya atau tepatnya tanggal 16 Agustus. Dalam jeda waktu bulan Agustus 2016 sampai Januari 2017, pihaknya baru menikmati hasil awal pada bulan Februari.
“Kami mohon doanya supaya ada berkah dari 10 sumur yang digarap Pemda Tuban ini,†tandasnya. (Aim)