Keuangan Blora Memburuk

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kondisi keuangan Daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami keterpurukan lantaran mengalami defisit anggaran. Sehingga, pemkab barus mengambil langkah untuk melakukan pemotongan anggaran sebesar 15%.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Sutikno Slamet, menyatakan, saat ini tengah dilakukan rasionalisasi. Akan dilihat kebutuhan mana saja yang akan dilakukan pengurangan dari masing-masing Oganisasi Perangkat Daerah (OPD).

Anggaran yang akan dilakukan pemotongan, Menurut Sutikno, adalah kegiatan-kegiatan yang tidak penting seperti diklat, penyuluhan, pembinaan dan pengadaan kendaraan.

“Tapi untuk infrastruktur tidak ada pemotongan karena itu kebutuhan prioritas,” jelasnya.

Pemotongan anggaran ini dilakukan, kata dia, disebabkan adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 4%. Kemudian kurang bayar pajak provinsi sebesar Rp 3 miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora yang hingga saat ini masih jauah dari target.

“Baru tercapai Rp16 miliar. Untuk targetnya Rp46 miliar,” kata dia.

Kondisi itu, diperburuk dengan belum terbayarnya Dana alokasi Kusus (DAK) Blora 2016 sebesar Rp21 miliar.

Baca Juga :   Berikut Peraih Nilai Tertinggi Tes Perangkat Desa di Kecamatan Ngraho

“Kalau tahun ini DAK tahun 2016  bisa terbayarkan itu bisa menutup defisit,” ujarnya.

Namun, dirinya mengaku masih ragu, apakah Pemerintah pusat akan membayarkan DAK  tersebut. Meski persyaratan administrasi telah terpenuhi. Terlebih APBN saat ini juga mengalami pemotongan sebesar 4%.

“Mudah-mudahan dengan kelengkapan administrasi untuk DAK Rp 21 miliar bisa terbayarkan,” ujarnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *