SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Menindaklanjuti kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengenai pengembangan potensi ekonomi kreatif, maka Tim IKKON Bekraf akan tinggal di Bojonegoro selama empat bulan, dengan empat tahapan yaitu tahap survei potensi (Juli), tahap proses desain dan pra produksi (Agustus), tahap proses prototype (September), dan yang terakhir tahap penyempurnaan serta persiapan pameran (Oktober).
Mentor Tim IKKON Bekraf Bojonegoro, Yanna Diah Kusumawati, mengaku, terpukau dan kagum dengan sejuta potensi yang dimiliki Bojonegro. Seperti tanahnya yang bergerak, banyaknya sumur minyak dengan tehnik pengambilan tradisional, kayangan api yang melegenda, tambang batu kapur yang majestic, ditambah keberadaan masyarakat Samin dengan integritas budayanya yang kuat, kulinernya enak, orang-orangnya hangat dan terbuka.
“Bojonegoro banget!,” tegasnya.
Adapun tempat-tempat yang telah dikunjungi oleh Tim IKKON antara lain Bubulan (wayang thengul), Padangan (wayang thengul dan krucil), Gondang (batu onyx), Margomulyo, Kasiman dan Sukerejo (jati, budaya Samin, tenun, arva mode), Malo (gerabah), Temayang, Tambakrejo, dan Sumberrejo (batik), Kalitidu (belimbing), Baureno (kasur), Balen (tali tampar).
Selain mengunjungi berbagai tempat perajin, Tim IKKON Bekraf juga mengunjungi sejarawan, museum, sekolah-sekolah serta dinas-dinas setempat untuk menggali lebih dalam tentang informasi, kebiasaan dan gaya hidup masyarakat Bojonegoro.
Kedatangan Tim IKKON Bekraf bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas produk kreatif di daerah melalui kegiatan kolaboratif antara peserta program IKKON dengan para potensi kreatif lokal di sentra-sentra industri kreatif, meningkatkan kapasitas SDM, meningkatkan kualitas produk lokal yang khas dan berdaya saing.
Serta terciptanya ekosistem kreatif yang kondusif dan menjadi wadah bagi para peserta pelaku ekonomi kreatif untuk lebih memahami potensi lokal sebagai sumber inspirasi dalam berkarya yang saling membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
“Serta berpotensi menyediakan bahan kajian untuk Pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait pengembangan ekonomi kreatif di daerah,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, Pemkab Bojonegoro membuat strategic plan terkait dengan pengembangn potensi wisata alam, religi, budaya, arsitektur lokal, kerajinan, energi alam dan lain-lain. Semua harus dikemas dengan tidak merubah keaslian sumber daya alam, budaya dan roh Bojonegoro.(rien)