SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Proyek penanaman pipa gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, saat ini masih dalam tahapan sosialisasi.
“Baru dilakukan sosialisasi hari Jumat (21/7/2017) lalu, ” kata Lurah Babat, Siti Aminah, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (26/7/2017).
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Humas Pertagas dan sekitar 20 warga yang lahannya akan disewa untuk penanaman pipa gas.
Secara umum dijelaskan, Siti Aminah, warga tidak keberatan dan mendukung kegiatan proyek negara tersebut. Apalagi penanaman pipa tidak memberikan dampak buruk bagi sosial dan lingkungan warga setempat.
Panjang lintasan penanaman pipa di Kelurahan Babat sekira satu kilometer. Namun separuh atau sekira 500 meter lahan lintasan pipa milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Sisanya sepanjang 500 meter lahannya milik 20 warga. Pembebasan lahan warga ini menjadi penanganan pihak kelurahan sedang untuk lahan KA bukan kewenangan kami,” papar mantan Sekretaris Kelurahan (Seklur) Babat ini.
Untuk sewa lahan warga sendiri ada dua bagian, yaitu lahan untuk penanaman pipa dengan nilai sewa Rp 15 ribu permeter dikalikan masa sewa 25 tahun. Dan sewa lahan di sekitar area penanaman pipa dengan lebar 5 meter yang disewa selama 1 tahun.
“Sewa lahan 5 meter di sekitar penanaman pipa nilainya bervariasi untuk setiap warga tergantung kerugian yang dialami warga akibat dampak penanaman pipa. Dalam persoalan tersebut kelurahan tidak akan terlibat karena merupakan urusan PT Pertagas dengan warga yang terdampak,” jelasnya.
Land Affair PT Pertagas, Nugroho, menambahkan, setelah sosialisasi saat ini pihaknya tengah negosiasi dengan warga soal sewa lahan 5 meter di sekitar area penanaman pipa.
“Kami terus berkoordinasi dengan Bu Lurah agar proses penanaman pipa di Kelurahan Babat berjalan lancar,” ucapnya.
Diperkirakan proses negosiasi harga sewa lahan warga akan tuntas akhir bulan ini.(tok).