SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Beredarnya kabar adanya praktik pengoplosan beras di skala Nasional, langsung ditindaklanjuti oleh tim satgas pangan Kepolisian Sektor (Polsek) Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Guna mengantisipasi, pekan ini petugas langsung menyisir sejumlah gudang penggilingan dan pengepakan beras di sekitar Pad C Lapangan Mudi, Desa Bulurejo, Rengel.
“Ini bentuk komitmen kami menjaga kedaulatan pangan di wilayah sekitar pemboran Migas,” ujar Kapolsek Rengel, AKP Musa Bachtiar, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (26/7/2017).
Sedikitnya ada lima gudang penggilingan beras yang di Inspeksi Mendadak (Sidak) petugas. Tindakan ini awalnya membuat karyawan maupun pemilik gudang kaget.
Pasca dijelaskan maksud dan tujuan Sidak, pemilik gudang pun mempersilahkan. Bahkan mendukung upaya petugas dalam menjalankan tugas tim Satgas Pangan.
Memasuki area gudang, petugas langsung menyebar untuk mengambil sampel beras sebelum dikemas. Tak jarang polisi pun membaui aroma beras, untuk mengecek ada tidaknya aroma bahan kimia.
“Kami bersyukur tak ada beras yang berbahaya maupun dioplos,” ujar Kapolsek humanis itu panjang lebar.
Tak lupa, petugas juga memberi himbauan kepada pemilik usaha pengemasan beras, agar tidak melakukan praktik nakal yang dapat merugikan konsumen. Apabila ketahuan, petugas tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas.
Salah seorang pemilik usaha pengemasan beras asal Desa Bulurejo, Yauri, mengaku, penghasilannya merosot. Maraknya peredaran beras oplosan ternyata cukup mempengaruhi permintaan beras di masyarakat.
Akibatnya omzet pengemasan beras turun drastis hingga 50 persen. Biasanya permintaan mencapai 8 ton per hari, namun kini turun hanya tinggal 4 ton.
“Semoga setelah ada Sidak dari polisi bisa mengembalikan daya beli masyarakat di Tuban, Bojonegoro maupun Lamongan,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Kades Bulurejo ini. (Aim)