SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Separuh karyawan produsen ikan asin di jalur pipa minyak Lapangan Banyuirip, Blok Cepu di Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpaksa diberhentikan sementara. Pemangkasan Karyawan ini merupakan dampak minimnya pasokan garam dari petambak setempat.
“Kelangkaan garam bulan ini membuat produksi ikan asinnya berkurang,” ujar salah seorang pengusaha ikan asin di Desa Glodok, Sujono, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (27/7/2017).
Penurunan produksi inipun langsung berdampak pada berkurangnya pendapatan. Untuk mengantisipasi kerugian akibat biaya gaji karyawan yang tidak seimbang dengan produksi, akhirnya empat dari delapan pekerjanya di rumahkan.
Beruntung semua pekerja memahami kondisi tersebut. Dengan catatan ketika produksi normal kembali, karyawan yang dirumahkan akan dipanggil lagi.
Pria yang sudah 35 tahun menjalani usaha ikan asin mengaku, kebutuhan garam di lokasi pengeringan ikan asin miliknya biasanya mencapai empat kwintal per hari. Lantaran garam minim, akhirnya dipangkas menjadi dua kwintal untuk mengasini satu ton ikan.
“Opsi menaikan harga ikan tidak mungkin karena membuat langgannya pindah,” jelasnya.
Selama ini ikan asin miliknya kerap dikirim ke berbagai daerah seperti Jombang, Mojokerto, Surabaya hingga Solo Jawa Tengah. Selain itu juga memenuhi permintaan pedagang lokal Tuban.
Data Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Tuban, selama semester satu 2017 produksi garam Tuban baru mencapai 100 ton. Sedangkan target tahunan mencapai 31 ribu ton garam.Â
“Kemarau basah kali ini membuat petambak garam gagal panen dan memicu kelangkaan,” pungkas Kabid Perikanan Budidaya DPP Tuban, Umi Khulsum ketika ditemui terpisah. (aim)