SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mengikuti sosialisasi deteksi dini Kanker Serviks di Pendopo Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (28/7/2017).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bekerjasama dengan PKH ini bertujuan untuk terus menguatkan pola hidup sehat keluarga miskin perkotaan agar terhindar dari berbagai penyakit utamanya kanker serviks.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kuswiyanto, Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) IX meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban yang konsen pada masalah perempuan dan anak di dampingi Sekretaris Kecamatan, UPT Dinas Kesehatan, dan Pendamping PKH.
Dalam kesempatan tersebut Kuswiyanto memberikan motivasi kepada peserta tentang pentingnya hidup sehat.
“Sehat adalah jalan menuju kesejahteraan, sehingga semua masyarakat Bojonegoro harus hidup sehat,†pesan Kang Kus sapaan akrab Kuswiyanto.
Menurut dia deteksi dini penyakit yang mematikan ini perlu terus dilakukan agar generasi penerus menjadi anak anak yang sehat untuk meraih pendidikan yang baik agar bermanfaat bagi semua.
“Kedepan Jonegoro Orangnya harus Sehat Sejahtera (JOSS) dengan jalan Jujur Optimis Santun dan Sabar (JOSS) ,” terang sahabat dekat Bupati Bojonegoro, Suyoto itu.
Sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah dr. Aulia. Dia menjelaskan apa, mengapa, bagaimana dan kapan kanker serviks harus dilakukan penanganan. Menurut dia, Kanker Serviks muncul pada leher rahim wanita dimana ini adalah pintu masuk menunu rahim dari vagina. Penyakit ini cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara sexual.
“Karena itu penting sedari awal untuk mewaspadai bebagai gejala kanker serviks timbul seblum terlambat penanggulangannya,” jelas dokter BPJS ini.
dr Aulia menghimbau agar semua wanita waspada karena kanker serviks dikenal sebagai pembunuh wanita terbanyak di Indonesia.(rien)