SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Â Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang bakal difungsikan mengalirkan air dari bengawan solo melalui Kecamatan Cepu hingga Kota Blora, hingga mesuk pertengahan 2017 ini belum terselesaikan. Padahal pengerjaan dimulai sejak tahun 2015 lalu. Sehingga dampaknya membahayakan masyarakat.
Menurut Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Blora, Djati Walujastono, banyak truk terperosok sepanjang jalan Cepu – Blora diduga akibat bekas galian yang tidak tertutup sempurna. Belum lama ini, kata dia, masih juga dijumpai truk yang terperosok.
“Tolong bagaimana komitmennya, sejak 2015 hingga 2017 kok masih menyisakan bekas galian yang membahayakan pengguna jalan,” kata pria yang setiap hari melakukan perjalanan dari Cepu ke Blora ini.
Bupati Blora, Djoko Nugroho, ingin agar proyek Nasional dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu bisa dioptimalkan dan diselesaikan tahun ini.
“Coba diusahakan agar proyek ini bisa segera dinikmati manfaatnya oleh masyarakat. Syukur-syukur di awal tahun 2018 nanti sudah bisa mengalir airnya,†ucapnya saat rapat bersama perwakilan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR.
Khusus untuk pelaksana proyek, Bupati mengingatkan agar pasca penggalian dan pemasangan pipa SPAM bisa segera diuruk serta dipadatkan agar tidak ada korban yang terperosok di tepi jalan karena bekas galian.
“Dahulu pelaksananya sudah pernah janji akan dipadatkan dengan baik. Tapi faktanya masih banyak kendaraan yang terperosok di bekas galian. Tolonglah diperhatikan, banyak warga yang protes kepada bupati karena pemahaman mereka itu proyek Pemkab,†katanya. (ams)