SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditargetkan selesai pada akhir Tahun 2017. Hal itu diungkapkan, Mohadi, konsultan supervisi proyek SPAM dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR.
Saat ini, menurut Mohadi, pembangunan terus dilakukan sambil melaksanakan pengkajian debit air yang akan disalurkan. “Pembangunan terus dilakukan dan diterget bisa selesai akhir 2017 ini, karena kontraknya hingga 31 Desember,†kata Mohadi, saat rapat bersama Bupati Blora, Djoko Nugroho, belum lama ini.
Dari hasil perhitungan kebutuhan air untuk SPAM Blora dan sekitarnya hingga tahun 2023 sebesar 498,05 liter per detik. Pada tahun 2015 hingga 2016 dibangun instalasi pengolahan air (IPA) kapasitas 100 liter per detik serta pipa transmisi untuk kapasitas 200 liter per detik sepanjang 36,2 km berdiameter 300-450 mm.
“Sedangkan tahun ini dilaksanakan pekerjaan lanjutan untuk pembangunan intake, penyempurnaan bangunan pendukung, reservoar Cabak dan jaringan distribusi,†terangnya.
Jaringan distribusi yang dibangun tahun ini adalah Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Sambong, Jiken, Jepon dan IKK untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Kota Blora.
Adapun mengenai soal pemadatan bekas galian, akan diakukan pemadatan dengan material yang baik. “Kami akan langsung melakukan pemadatan dengan material yang baik, jika ada potensi ambles. Akan kami beri tanda peringatan,” terang Djoko S, pelaksana proyek.
Diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Blora yang bakal difungsikan mengalirkan air dari bengawan solo melalui Kecamatan Cepu hingga Kota Blora, hingga masuk pertengahan 2017 ini belum terselesaikan. Padahal pengerjaan dimulai sejak tahun 2015 lalu. Sehingga dampaknya membahayakan masyarakat.
Menurut Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Blora Djati Walujastono, banyak turuk terperosok sepanjang jalan Cepu – Blora akibat bekas galian yang tidak tertutup sempurna.
Bupati Blora, Djoko Nugroho, ingin agar proyek Nasional dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR itu bisa dioptimalkan dan diselesaikan tahun ini.(ams)