SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Kontarak kerja sama antara Pertamina dengan PT Geo Cepu Indonesia (GCI), masih terus berjalan sampai dengan tahun 2033 mendatang. Â Hal itu diungkapkan oleh Government and Public Relations Asistant Manager Pertamina EP Asset IV, Pandjie Galih Anoraga.
Persis, masa kontrak GCI dengan Pertamina selama 20 tahun. Sejak perjanjian kerjasama ditandatangani sejak tahun 2013 lalu, untuk melakukan pengeloaan lapangan sumur Pertamina Asset 4 Field Cepu.
Menurut Pandji, Pertamina juga telah membayarkan cost recovery dari operasi GCI. “Pertamina telah membayar sesuai produksi yang mereka hasilkan,” terangnya, Selasa (1/8/2017) kemarin.
Agustinus, Manager Legal and Relations Pertamina EP Asset 4, menambahkan, bahwa pihak GCI saat ini tengah memperbaharui komitmen pasti dengan Pertamina. “Mungkin kaitanya degan Work Over serta komitmen pasti lainnya,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.
Sebagaimana diberitakan, tanggal 16 Agustus 2013 lalu, diadakan penandatangan perjanjian KSO antara Pertamina EP dengan PT Geo Cepu Indonesia.
Yang melatarbelakangi munculnya kebijakan dari  induk perusahaan Pertamina pusat hingga ditandatangani kontrak KSO adalah sebagai upaya untuk mewujudkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi. Hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 tahun 2012 tentang Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional yang diterbitkan pada Januari 2012 lalu.
Dalam  Inpres itu salah satu instruksinya menyatakan untuk meningkatkan upaya optimasi lapangan produksi dan pengembangan lapangan dengan menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Empat strutur area Field Cepu, diantaranya Kawengan, Ledok, Nglobo, Semanggi. (ams)