SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Cepu Field sangat menyayangkan lumpuhnya produksi sebagian sumur Migas di Distrik Kawengan yang sebagian wilayahnya masuk Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Praktis berhentinya eksploitasi ini membuat perusahaan plat merah merugi.
“Keadaan ini sangatlah merugikan Pertamina,” ujar Field Manager Pertamina EP Asset 4, Heru Irianto, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, Jumat (4/8/2017).
Kerugian tersebut karena tidak tercapainya NSO, sehingga produksi Pertamina EP menurun -/+ 350 bopd. Perkembangan yang ada, sampai saat ini pihak GCI masih dibantu untuk kebutuhan solar oleh Pertamina Asset 4 Field Cepu.
Setiap hari rata-rata menyuplai Solar sebanyak 5.000 liter. Solar tersebut untuk menyalakan genset untuk menyalakan lampu penerangan, maupun mesin produksi.
Pantauannya, kondisi Distrik Kawengan saat ini masih berproduksi sebagian namun tidak optimal. Kendalanya ada beberapa sumur suspended yang sudah di dirikan tree pod oleh warga.
Pada kondisi demikian pihak GCI seyogyanya harus sudah melaporkan ke Pertamina EP melalui Business Partnership.
“Semoga kondisi ini cepat stabil,” harap Heru.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari KSO Pertamina-PT GCI terkait berhentinya produksi sumur di wilayahnya.(Aim)