PEPC Latih Pengembangan Karakter 60 Guru Paud

PEPC latih Guru Paud

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru, Pertamina EP Cepu (PEPC) bersama Yayasan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro menggelar pelatihan bagi 60 guru Paud/TK Strategi Pengembangan Karakter Pada Diri Guru.

Pelatihan dilaksanakan di Hotel Layung, Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu selama dua hari yakni Kamis-Jumat (3-4/8/2017). Peserta berasal dari 13 desa di 3 kecamatan. Diantaranya Desa Bandungrejo, Mediyunan, Ngasem, Kecamatan Ngasem. Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Desa Pelem, Kaliombo, Purwosari, Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Tinumpuk, Ngrejeng, Kecamatan Purwosari.

Panitia pelaksana, M Rokib, menyampaikan, pelatihan ini agar semua guru bisa menerapkan pendidikan berkarakter pada anak usia dini. Terlebih, guru Paud memiliki tugas dan peran sangat penting sebagai pembimbing, pemberi teladan pada anak usia pertumbuhan.

“Yang merupakan awal pondasi dari perkembangan untuk menjadi manusia seutuhnya,” ujarnya.

Selama ini, kata Rokib, banyak persoalan anak muncul, seperti kenakalan, game yang mengarah pada kekerasan, karena pendidikan karakter pada usia dini tidak dikembangkan.

Sementara itu, Public Government Affair and Relation PEPC, Kunadi, menyampaikan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan pada jangka panjang bisa melahirkan generasi berkarakter unggul.

Baca Juga :   Mahasiswa KKN-TK 04 Unigoro Ikut Partisipasi Pelaksanaan Posyandu di Desa Jelu

“Banyak ditempat lain yang belum terdidik dengan pola seperti ini,” imbihnya.

Sehingga, dengan adanya keseragaman ini ada sinergi antara guru dan murid dengan bertukar informasi. Sehingga menciptakan generasi yang unggul. Selanjutnya, setelah pelatihan ini akan ada stimulasi dan monitoring selama tiga bulan.

“Hasil monitoring akan di follow up, kita lihat mana yang urgent. Nah, nanti ditindaklanjuti. Jadi tidak berhenti pada pelatihan ini saja,” ungkapnya.

Menurutnya, pelatihan di bidang pendidikan ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan secara bertahap. Sebelumnya, PEPC telah memberikan sertifikasi migas bagi welder dan rigger. Selain itu, peningkatan perpustakaan, peningkatan sarana prasana pendidikan serta kewirausahaan.

“Selain Pendidikan, program CSR juga menyasar pada sektor kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat,” tandasnya.

Pria asal Pati, Jawa Tengah ini berharap, masyarakat khususnya mereka yang menekuni bidang pendidikan mendoakan semoga proyek Jambaran Tiung -Biru dapat berjalan dengan baik.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *