Ketua PKK Desa se Bojonegoro Ikuti Lomba Senam Perwosi

ibu wabup senam perwosi

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Ketua PKK Desa dari 430 desa di Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti lomba senam Rekreasi Perwosi Jatim 2 yang dipusatkan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Dari Bojonegoro untuk Indonesia (Dabonsia) Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Sabtu (5/8/2017).

Lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia(HUT RI) ke 72 ini didukung operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Sebelum lomba dimulai ratusan peserta yang sebagian besar menggunakan kebayak ini mengikuti senam Perwosi bersama yang dipandu Ketua Perwosi Bojonegoro, Mien Setyo Hartono.

“Lomba ini untuk lebih memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Kalau di masing-masing desa yang memimpin ibunya langsung, maka masyarakat akan mudah digerakkan,” kata Mien.

Tahun lalu senam Perwosi Bojonegoro telah masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sehingga harus terus digelorakan sampai tingkat desa. Untuk menggairahkan senam perwosi ini, lanjut Mien, pihaknya telah menyelenggarakan senam perwosi masal di tingkat TP PKK kecamatan.

“Dari 28 kecamatan yang ada, sudah 14 kecamatan yang melaksanakan senam masal perwosi,” ujar Mien.

Baca Juga :   6 Rumah di Bojonegoro Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 675 Juta

Istri Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono itu berharap dengan lomba senam rekreasi Perwosi ini Ibu-Ibu PKK bisa menggerakkan warganya di desanya masing-masing. Sehingga masyarakat tetap bisa menjaga kebugaran dan kesehatannya dalam rangka mendukung gerakan desa sehat dan cerdas (GDSC) untuk mewujudkan masyarakat Jonegoro sehat, cerdas, produktif dan bahagia.

“Kalau di tingkat kecamatan senam massal, kalau di desa bisa dinamakan senam bersama. Intinya masyarakat gerak dan bisa sehat,” tegasnya.

Karena itu, Mien menambahkan, lomba ini bukan sekedar mencari pemenang, tapi lebih pada memupuk kebersamaan dan keguyupan.

Lomba senam rekreasi perwosi Jatim ini cukup unik. Karena sebagian besar peserta memakai baju kebaya dan bersanggul.

Dalam lomba ini ada beberapa kreteria yang ditetapkan untuk menentukan pemenang. Yakni teknik gerak, kekompakan, penampilan umum, dan kretaivitas.

“Dilihat dari senam bersama tadi ibu-ibu sangat kompak dan begitu menguasai gerakan-gerakan,” sambung ketua tim juri dari Surabaya Khoirudin yang akrab disapa Rudi poco-poco.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Kos-kosan di Banyuurip Rp200 ribu/bulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *