Debu Ganggu Pengguna Jalan Pantura Tuban

Debu jalan pantura tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pengguna jalan khususnya pemotor mengeluhkan banyaknya debu akibat proyek bongkar jembatan Jalan Nasional tepatnya di Jati Peteng Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lantaran akses jalan jarang disiram, praktis membuat jarak pandang pemotor terganggu.

“Harusnya disiram tiap hari supaya debunya tidak bertebaran,” ujar pemotor asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Samsul, ketika ditemui suarabanyuurip.com di sekitar lokasi proyek jembatan, Senin (7/8/2017).

Idealnya kontraktor pemenang tender harus melakukan upaya antisipasi debu. Penyiraman rutin yang paling tepat, supaya pengguna jalan juga nyaman.

Selain mengganggu jarak pandang, debu juga dikhawatirkan memicu sesak napas. Lebih parahnya, juga tak aman bagi masyarakat yang memiliki alergi debu.

“Sekalipun itu wewenangnya pusat pemerintah setempat harus mengingatkan,” terangnya.

Pengguna jalan lain, Amir juga menimpali hal tersebut. Penggarap jembatan di Jati Peteng harus melakukan penyiraman, seperti proyek jembatan di Pantura Desa Sugihwaras, Jenu.

Dilain sisi, banyaknya debu juga memicu laka. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai baru ada korban kemudian reaksi.

Baca Juga :   HSSE ECW J-TB Beri Pelatihan Driver DT

Menyikapi keluhan pengguna jalan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat (PUPR) Tuban, Choliq Qunnasich, membenarkan ada kewajiban penggarap proyek untuk mengantisipasi dampak lingkungan.

Kalau yang dimaksud jembatan tersebut ada di jalan nasional, maka urusannya menjadi tanggung jawab satker di Balai Penanganan Jalan VIII.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *