SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Jamaah haji asal Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kasmani tertunduk lesu setelah melihat jasad istrinya Marpuah menghadap sang Khaliq di Tanah Suci pada hari Senin (7/8) kemarin. Semenjak itu pria berusia senja itupun tak mau makan, sehingga harus dirawat ke Rumah Sakit (RS) setempat.
“Almarhumah langsung dimakamkan di wilayah setempat,” ujar Kasi Haji dan Umroh Kemenag Tuban, Umi Kulsum, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (9/8/2017).
Diprakirakan jemaaah tersebut mengidap penyakit sebelum menunaikan ibadah ke Makkah. Hanya saja, waktu tes kesehatan kondisinya membaik dan akhirnya dinyatakan lolos.
Sedangkan suaminya Kasmani memang kondisinya drop. Suhu disana berbeda dengan di Indonesia, sehingga ada beberapa jemaah yang butuh perawatan ekstra.
“Pekan ini rencananya Kemenag akan takziyah ke rumah duka,” imbuh perempuan murah senyum ini.
Calon jamaah haji asal Kedungmulyo, Bangilan, Tuban, Ranu Wijaya, melalui pesan singkatnya membenarkan bahwa Mbah Marpuah meninggal dunia. Almarhumah berangkat ke tanah suci tergabung dalam kloter 17. Bersama suaminya merupakan anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al wustho Bangilan, Tuban.
“Mbah Marpuah meninggal dunia Senin malam setelah dirawat di rumah sakit setempat,” terang Ranu.
Informasinya Marpuah menjalani perawatan selama empat hari. Mulai masuk rumah sakit Jum’at siang usai shalat Jum’at, dan meninggal dunia di rumah sakit akibat sakit tua.
“Jenazah tiba di Masjid Nabawi Selasa siang,” tambahnya.
Pembimbing KBIH Al Wustho, Ustad Nur Ghosi yang mendampingi di Kota Madinah mengatakan, jenazah di shalatkan di Masjid Nabawi oleh jutaan jamaah. Setelah di shalatkan, jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman Baqeq.
“Marpuah salah satu orang yang beruntung urusan pati karena di shalati jutaan orang seluruh dunia di Masjid Nabawi,” singkatnya. (Aim)