SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Bojonegoro masa bakti 2017 – 2018 berupaya terus membuktikan keseriusannya untuk berperan dalam pembangunan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Terbukti, setelah melakukan audiensi dengan Pertamina EP Asset IV beberapa waktu lalu kini Gapeknas juga mendatangi kantor operator lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) pada hari Rabu (9/8/2017) kemarin.
“Kedatangan kami di kantor EMCL Rabu kemarin, selain silaturahmi juga melakukan audiensi untuk keterlibatan kontraktor lokal dalam pengerjaan proyek yang ada di Banyuurip,†kata Ketua Umum Gapeknas Bojonegoro, Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (10/8/2017).
Hadi meminta, agar EMCL memperhatikan hak pengusaha lokal Bojonegoro, khususnya lokal ring 1 Banyuurip, untuk keterlibatannya dalam pengerjaan proyek Banyuurip yang masih ada. Meskipun pengerjaannya tidak sebesar pada saat proyek baru dimulai.
“Karena proyek EMCL berada di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, maka EMCL wajib mentaati peraturan daerah (Perda) yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro nomor 23 tahun 2011 tentang konten lokal,†ucap pria yang berdomisili di Desa Manukan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro ini.
“Saya yakin banyak kontraktor lokal yang sudah mampu. Jadi kontraktor lokal harus disejajarkan dengan kontraktor nasional. Misalnya kerja sama operasi (KSO) bukan subkon,†pungkasnya.(sam)