Gelar Pelatihan Pemanfaatan Papan Instrumen Revolusi Data

BI sosialisasi Data

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bojonegoro Institute (BI) bersama operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar sosialisasi  dan  pelatihan pemanfaatan papan instrumen revolusi data di ruang  Creative  Room  Lantai 6 Gedung  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017). 

Acara ini diikuti sebanyak 10 desa di 5 kecamatan  yang menjadi Pilot  Project  revolusi  data dasa wisma berbasis smartphone.

Direktur  Bojonegoro Institute,  AW Syaifullah, menjelaskan, revolusi data dewasa ini mutlak  diperlukan  terlebih  di era yang serba digital dan maju seperti ini.  Di era sekarang   menuntut  kebutuhan  data semakin menjadi  cepat  dan tepat.  Karenanya jika suatu lembaga tidak memiliki data akan mempengaruhi  pada kualitas pelayanan dan pembangunan  yang dijalankan.

“Namun di Bojonegoro, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai  mitra pemerintah melakukan upaya inovatif yang penuh terobosan  yakni dengan inovasi revolusi data,” imbuhnya.

Didalam aplikasi ini, yang digagas  ini ketika diakses tidak hanya tampak data namun didukung  dengan  visualisasi  riil yang bersangkutan  mulai kondisi rumah dan tempat  tinggalnya. LSM BI kedepan  mengharapkan agar data yang  digagas oleh PKK  ini dimanfaatkan  untuk peningkatan  kualitas masyarakat Bojonegoro antara lain disisi kesehatan,  pendidikan dan lingkungan hidup.

Baca Juga :   PMI Randublatung Himpun 45 Kantong Darah

Sementara itu, perwakilan dari EMCL, Dave  Seta, mengatakan , pihaknya mendukung gagasan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Mahfudhoh Suyoto, untuk menyediakan data.  Apalagi program ini sejalan dengan program  yang dijalankan oleh pemerintah daerah. 

“Kami bangga karena penggalian informasi  yang dilakukan  oleh PKK  Kabupaten  Bojonegoro  ini dilakukan  secara  transparan dan dikerjakan  oleh  kaum  ibu  atau  kader  PKK,” imbuhnya.

Sementara itu, 10 desa Pilot Project diantaranya Desa Brabowan dan Bonorejo, Kecamatan  Gayam, Desa Pilangsari dan Ngringinrejo, Kecamatan  Kalitidu,  Desa  Prayungan  dan  Pejambon , Kecamatan  Sumberejo,  Desa  Sidobandung , Kecamatan  Balen, dan Desa  Pacul, Kecamatan  Bojonegoro,  Desa  Kapas, Kecamatan  Kapas,  Desa  Tlatah, Kecamatan  Purwosari.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *