J-TB Produksi, DBH Migas Bojonegoro Meningkat

Herry Sudjarwo pendapatan

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, berharap, pembangunan fasilitas produksi gas di Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) bisa segera dilaksanakan. Sehingga, target produksi tahun 2019 bisa segera terlaksana.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro, Herry Sudjarwo, menyampaikan, apabila produksi mulai terlaksana tahun 2019 mendatang maka  Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (Migas) Bojonegoro akan meningkat.

“Perolehan pendapatan daerah penghasil dari DBH gas besarnya mencapai 12 persen lebih besar dibandingkan DBH minyak yang hanya 6 persen,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro, Herry Sudjarwo, kepada suarabanyuurip.com.

Terlebih, lanjut Herry, diperkirakan biaya cost recovery pengembangan lapangan gas J-TB jauh lebih kecil dibandingkan pengembangan lapangan Banyuurip, Blok Cepu.

Sementara itu, pembagian DBH gas mencapai 30 persen dengan rincian daerah penghasil 12 persen, kabupaten/kota di provinsi 12 persen dan provinsi 6 persen.

Sedangkan alokasi DBH migas hanya 15 persen, dengan rincian daerah penghasil 6 persen, semua kabupaten/kota di provinsi daerah penghasil 6 persen dan provinsi 3 persen.

Baca Juga :   Belum Mengetahui Pemberian Jatah Minyak ke BUMD

“Harapan kita ada di J-TB karena pendapatan gas nya lebih besar daripada minyak,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari informaai yang didapat, pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR di Bojonegoro dengan investasi sekira US$ 1,5 miliar akan memproduksikan gas sebesar 330 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas) dengan penjualan sebesar 172 MMSCFD selama 16 tahun.

Dari 172 MMSCFD pemanfaatan gas tersebut, 100 MMSCFD akan disalurkan ke PLN Wilayah Gresik dengan harga US$ 7,6 per MMBTU flat selama masa kontrak, dan 72 MMSCFD untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gas dari lapangan J-TB nantinya juga akan terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 kilo meter (KM) dengan diameter 28 inci. Pipa Gresik-Semarang dengan investasi sekira US$ 515 juta direncanakan selesai pada 2018.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *