SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Kematian Lisa Safitri (16), anak yang mengidap gangguan jiwa/ODGJ dengan cara bunuh diri di wilayah penghasil Migas Desa Banyuurip, Kecamatan Senori pada hari Kamis (10/8) kemarin membuat sedih Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Apabila orang tua anak maupun aparat pemerintahan setempat mau terbuka dan proaktif, tentu insiden itu dapat dicegah.
“Kami menyesalkan kematian anak itu,” ujar Kepala Dinsos P3A Tuban, Nur Jannah, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Jumat (11/8/2017).
Selama ini, pemerintah kabupaten telah bekerja keras untuk menangani ODGJ di Bumi Wali (sebutan lain Tuban). Ada anggaran dan komitmen untuk mengobati penderita. Baik di pukesmas setempat, maupun dirujuk ke Rumah Sakit Menur Surabaya.
Semua orang tua maupun elemen masyarakat diminta tidak menganggap ODGJ sebuah aib. Dalam kasus serupa, ada penderita ODGJ yang bisa disembuhkan melalui perawatan di puskesmas.
Mulai sekarang, apabila ada anggota keluarga yang jiwanya terganggu harus segera dilaporkan kepada kepala desa, camat, maupun petugas Pendamping Keluarga Harapan (PKH). Jangan dipasung, karena upaya itu tidak manusiawi.
“Tahun ini Tuban sudah komitmen bebas pasung,” imbuhnya.
Soal kematian anak ODGJ di Desa Banyuurip dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati. Anak tersebut bunuh diri dengan cara memanjat pohon dan menjatuhkan diri di jurang Gunung Gong Banyuurip.
“Insidennya terjadi Kamis (10/8) sekitar pukul 20:00 WIB,” terang Elis.
Lisa merupakan anak Supardi warga Dusun Balon, Desa Leran, Senori. Informasinya korban sudah seringkali memanjat pohon pada malam hari, namun masih diketahui warga sehingga dibujuk kemudian turun dari pohon.
Ternyata hari Kamis malam, yang bersangkutan diketahui sudah jatuh dari pohon dan langsung dievakuasi oleh warga. Langkah cepat ini karena warga mendengar ada suara teriakan/merintih kesakitan.
“Saat ditemukan korban mengeluarkan darah dari mulut dan sesaat kemudian korban meninggal dunia,” tambah mantan Kapolsek Kerek ini.
Seketika itu, anggota jaga menghubungi keluarganya/ortunya menuju TKP, kemudian mengangkut korban menuju rumahnya. Berdasarkan pemeriksaan korban mengalami pendarahan pada mulut, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan / penganiayaan. Atas permintaan keluarga tidak di lakukan outopsi dan segera di makamkan.(Aim)