Tawun Tak Ekonomis, TGE Spekulasi di Lapangan Gegunung

Sumur Tawun Bangilan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Setelah Lapangan Migas Tawun di kawasan hutan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan tak ekonomis, Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina – PT Tawun Gegunung Energy (TGE) langsung memfokuskan semua kegiatannya di Lapangan Gegunung di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Spekulasi ini terbukti dengan dialihkannya sejumlah alat produksi ke Gegunung dalam sepekan terakhir.

“Sudah seminggu pengalihan alat dari sumur tua Gegunung Pertamina (GGNP) Bangilan ke Gegunung Belanda (GGNB) Singgahan berlangsung,” ujar Field Manager PT TGE, Ervino, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (12/8/2017).

Keputusan pemindahan alat ini karena produksi Migas di Tawun tak sesuai harapan. Oleh karena itu, langkah cepat tersebut harus dilakukan untuk memenuhi target produksi dari Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4.

Selama alat dan pekerja dipindahkan ke GGNB Singgahan, sumur tua di utara Dusun Tuwiwiyan, Desa Kumpulrejo itu off sementara. Sekalipun demikian, TGE terus memonitor lapangan Tawun secara berkala.

Di lapangan, ada sebuah alat berat forklift disiagakan di lokasi sumur GGNP Bangilan. Sedangkan sebagian alat tambang dan box kontener, telah diangkut ke Singgahan dengan menyisakan satu rig.

“Semoga semua lancar,” harap pria yang akrab disapa Vino ini panjang lebar.

Baca Juga :   Persenjatai Diri Saat Periksa Sumur Minyak

Di lapangan Gegunung Singgahan, PT TGE harus berbagi sumur tua dengan Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) Tuban. Dari 22 sumur tua yang ada, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memperoleh hak kelola 10 sumur.

Sejak bulan Februari 2017, PDAT telah memproduksi minyak mentah sebanyak 70 ribu liter atau setara 440, 24 Barel Per Hari (BPH).

Cairan emas hitam dari Lapangan Gegunung itu, langsung disetor ke Pertamina Eksplorasi Produksi EP Asset 4 Cepu Field sebanyak delapan kali pengiriman.

Sementara, produksi PT TGE sampai dengan saat ini belum dibeber ke awak media. Hanya saja, sejak akhir 2016 pekerja TGE lapangan terus melakukan workover di sejumlah sumur tua Gegunung. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *