SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Mantan teroris Ali Fauzi bersama puluhan mantan teroris dan kombatan menggelar upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 72, Kamis (17/8/2017).
Upacara bendera yang dimulai pukul 10.00 WIB diadakan di kompleks Yayasan Lingkar Perdamaian di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Peserta dan petugas upacara sebagian besar merupakan mantan anggota teroris dan kombatan yang telah dirangkul Ali Fauzi dalam Yayasan Lingkar Perdamaian. Bertindak selaku inspektur upacara Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra.
Pengibar bendera yaitu Saiful Arif, Khoirul Mustain keduanya merupakan mantan teroris Poso dan Yulia Mahendra yang merupakan anak kandung dari teroris terpidana mati Amrozi.
Ali Fauzi yang mengenakan setelan jas warna hitam bertugas sebagai pembaca teks proklamasi sedang pembacaan doa dilakukan oleh Ustad Ahmad Khozin yang merupakan kakak dari Ali Fauzi dan terpidana mati Amrozi.
Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra, usai memimpin upacara bendera kepada Suarabanyuurip.com menyampaikan apresiasi luar biasa atas terselenggaranya upacara peringatan kemerdekaan RI yang baru pertama kali dilakukan di Lamongan oleh para mantan teroris dan kombatan.
“Para petugas dan peserta upacara sangat semangat, antusias dan menghayati selama kegiatan upacara. Ini sudah menunjukkan kesungguhan mereka untuk kembali ke NKRI dan rasa cinta tanah air yang cukup besar,” papar Kapolres.
Dengan kembalinya para mantan teroris dan mantan kombatan ke pangkuan ibu Pertiwi Kapolres mengharapkan masyarakat bisa menerima mereka dan dijadikan keluarga.
Ustad Ali Fauzi usai melakukan upacara bendera langsung melakukan sujud syukur. Kepada SuaraBanyuurip.com dia mengatakan, upacara bendera tersebut merupakan implementasi cinta tanah air.
“Dari dasar hati yang paling dalam saya dan 50-an mantan teroris dan kombatan yang tergabung di Yayasan Lingkar Perdamaian ingin kembali ke pangkuan NKRI,” tandas kakak kandung almarhum Amrozi ini. (tok)