Pengelolaan Limbah Cair Sumur Tua Sedang Dikaji

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), saat ini sedang melakukan kajian untuk mengelola limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan penambangan tradisional di sumur minyak tua di wilayah Kecamatan Kedewan. 

“Karena pengelolaan limbah cair termasuk dalam kontrak dengan Pertamina EP, maka ini menjadi tanggung jawab kami,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (19/8/2017).

Tanggung jawab PT BBS mengelola sumur tua tidak hanya mengolah limbah cair dan mengamankannya, namun juga mengembalikan kerusakan lingkungan akibat pencemaran tersebut. Semua itu dilakukan bersama tim termasuk melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro.

“Kami bersama tim masih melakukan kajian untuk mengembalikan tanah yang tercemar minyak dan mengolah limbah hasil penambangan sumur minyak tua,” kata dia menegaskan.

Sementara itu, Kepala Bidang Koservasi dan Pengendalian DLH Bojonegoro Mardiantoro menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui kemana aliran limbah cair dari sumur minyak tua bermuara.

Baca Juga :   Tahun 2025, Tiga Desa Ring 1 Migas Blok Tuban Dapat ADD Rp 1 Miliar

“Kami belum tahu pasti muaranya. Tapi kalau melihat posisinya jelas masuk Bengawan Solo,” imbuhnya.

Pihaknya mendukung langkah PT BBS dalam mengembalikan kerusakan lingkungan maupun pengelolaan limbah cair yang selama ini tidak terkendali. Sebab akibat limbah cair dari penambangan sumur tua mengalir dan mencemari anak sungai.

“Pencemaran ini merusak ekosistem baik didalam sungai maupun daratan,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *