Permintaan Tinggi, Pasokan Ikan Teri Tak Stabil

Pengepakan ikan teri

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Melimpahnya hasil tangkapan ikan teri di pantai Utara (Pantura) Lamongan, Jawa Timur, menjadi ladang usaha sendiri bagi sebagian warga di desa nelayan. Mereka memroses teri menjadi teri kering dan mengangguk nilai jual lebih besar dibanding teri basah.

Salah satu pengusaha teri kering asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Bambang, memaparkan, dengan memroduksi teri kering bisa mendapatkan keuntungan hingga 100 persen.

“Para pengusaha teri kering mendapat pasokan langsung dari nelayan. Harga terinya bervariasi tergantung kualitasnya,” kata Bambang, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (20/8/2017)

Untuk teri nasi harganya Rp23 ribu perkilogram, teri biasa Rp 10 ribu perkilogram dan teri campur Rp 3 ribu perkilogram.

Teri segar yang didapat dari nelayan dimasukkan kedalam jedingan dan diberi garam. Untuk jedingan kapasitas 500 kilogram dibutuhkan 200 kilogram garam. Proses penggaraman berlangsung selama satu hari. Kemudian ikan dijemur di terik matahari satu hingga dua hari hingga betul-betul kering.

“Ikan yang sudah kering kemudian dipak dalam kerdus dan siap diambil pengepul,” tambah Bambang.

Baca Juga :   Ruwatan Massal Blora 2026 Diikuti Peserta dari Jepang hingga Papua

Meski terlihat sederhana teri kering ini ternyata pemasaranya telah menjangkau kota-kota besar di pulau jawa. Diantaranya Jakarta, Solo, Jogyakarta, Kudus dan Semarang.

“Permintaan pasar sebenarnya cukup tinggi cuma pasokan dari nelayan tidak bisa rutin atau ak stabil. Rata-rata dalam tiga hari sekali kami dapat teri segar dari nelayan,” tambah pengusaha teri kering dari Desa Lohgung, Brondong. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *