SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Salah satu lapangan yang dikelola oleh Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina Eksplorasi Produksi – PT Geo Cepu Indonesia (PEP – GCI), tepatnya di Distrik Nglobo terhitung sudah hari ke-empat ini, berhenti beroperasi atau tidak berproduksi lantaran kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Sampai hari ini lapangan Nglobo masih off. Untuk Kawengan dan Ledok masih Produksi,” kata ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Agung Pudjo Susilo, kepada suarabanyuurip.com, Senin (21/8/2017).
Menurutnya, tidak beroperasinya lapangan Nglobo karena tidak ada pasokan BBM. “Stok BBM ndak ada. Untuk tenaga kerja sendiri diarahkan houskeeping dulu,” terangnya.
Sementara dari pihak GCI masih belum ada yang bisa dimintai keterangan terkait hal ini. Karena, dikabarkan KSO Pertamian EP-PT GCI, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seluruh karyawannya.
Hal itu seperti yang tertulis dalam surat bernomor 07-410/OL-Dir/GCI/2017, tertanggal 14 Agustus 2017, yang ditujukan kepada seluruh karyawan KSO PEP-GCI, perihal Pemumutusan Hubungan Kerja (PHK). Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Jiao Xiao Meng, Direktur Utama PT GCI.
Surat itu disebutkan, bahwa sehubungan dengan rencana efesiensi dan melihat kondisi perusahaan saat ini, maka dengan berat hati Perusahaan memutuskan untuk melakukan Pemumutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada seluruh karyawan dan karyawati PT Geo Cepu Indonesia yang dalam Perjanjian Kerjasama Operasi dengan PT Pertamina EP atau dikenal dengan nama KSO Pertamina EP – Geo Cepu Indonesia terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2017.(ams)